Wednesday, November 21, 2018

Iklan Banner Atas

Ahmad Dhani Dicekal

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, AHAD (21/10/2018): MUSISI Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani dicekal. Status cegah tangkal itu diajukan Polda Jatim ke pihak Imigrasi. Hal itu menyusul ditetapkannya Dhani sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik terkait video viral dirinya yang menyebut massa peserta aksi yang kontra dengan #2019GantiPresiden sebagai “idiot”.

“(Status cekal) sudah diajukan oleh Polda Jatim ke Kanwil Imigrasi Surabaya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo Brigjen, Sabtu (20/10/2018).

Sebelumnya, Polda Jawa Timur resmi menetapkan status tersangka terhadap Ahmad Dhani dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Ketua Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI, Edi Firmanto, salah satu elemen massa penolak Deklarasi #2019GantiPresiden.

Gara-gara melontarkan kata Banser Idiot, musisi Ahmad Dhani Prasetyo dilaporkan polisi. Setelah melalui proses panjang pemeriksaan saksi, saksi ahli dan barang bukti, kini Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Distreskrimsus) Polda Jatim menetapkan status hukum terhadap Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka pencemaran nama baik yang ancaman hukumannya 6 tahun penjara denda Rp 1 Miliar.

Polda Jatim telah memanggil Ahmad Dhani. Sayangnya Dhani tidak hadir alias mangkir. “Tidak datang (Ahmad Dhani) karena alasan tidak pasti. Polda akan memanggil lagi, jika tiga kali tak hadir sesuai aturan akan dipanggil paksa,” tandas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Kamis (18/10).

Barung mengungkapkan, suami Mulan Jameela itu dijerat Pasal 28 Ayat (2) Jo 45A ayat (2) dan atau 27 Ayat (3) serta Pasal 45 ayat (3) Undang undang Nomor 19 Tahun 2016.

Sebelumnya Ahmad Dhani dilaporkan Banser terkait videonya menyebut Banser idiot. Lontaran kalimat itu dibuat Ahmad Dhani saat menginap di Hotel Majapahit Surabaya pada Minggu (26/8). Tak terima dengan tudingan itu, Ketua KEB-NKRI, Edi Firmanto pada Kamis (30/8) membuat laporan ke Polda Jatim. Laporan itu merupakan puncak dari tuntutan permintaan maaf tak kunjung disampaikan Dhani.

Sebelumnya Ahmad Dhani juga diseret ke pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena didakwa Jaksa melakukan penyebaran ujaran kebencian pada akhir Maret 2018. Dhani dituduh melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Pada 6 Maret 2017, Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dhani juga dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis melalui akun Twitter-nya dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Polda Jatim sendiri telah memeriksa 10 orang saksi serta lima orang ahli sebelum akhirnya menetapkan Dhani sebagai tersangka. Polisi pun menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ahmad Dhani dalam statusnya sebagai tersangka pada pekan depan. Namun, penyanyi kelahiran Surabaya itu mangkir hadiri pemeriksaan. (FAH)




Read 17 times