Iklan Banner Atas
Ifah

Ifah

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (13/12/2018): KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyangka Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar bersama beberapa pihak memangkas sebagian Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur untuk kepentingan pribadi Irvan. Berasal dari Partai Nasdem, kepala daerah ini pendukung pasangan inkumben Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Irvan bukan Kepala Daerah pendukung Jokowi pertama yang dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK. Berikut daftar Kepalada Daerah pendukung Jokowi yang terjerat kasus korupsi.

#. Bupati Malang Rendra Kresna
Rendra dijadikan tersangka pada Selasa 9 Oktober 2018, setelah sehari sebelumnya KPK menggeledah kantor Rendra secara paksa. Rendra diduga menerima gratifikasi atau hadiah dari pelaksana proyek atau kontraktor. Kasus ini ditangani KPK sejak satu tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johny G Plate mengatakan Rendra mengunduran diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah NasDem Jawa Timur. "Satu jam setelah penggeledahan itu Rendra mengajukan pengunduran dirinya kepada Ketua Umum DPP NasDem sebagai Ketua DPW," kata Johny kepada Tempo, Selasa, 9 Oktober 2018.

#. Bupati Bekasi Neneng Hasannah Yasin
Neneng jadi tersangka suap terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta pada 16 Desember 2018. Neneng dan empat pejabat dinas Pemerintah Kabupaten Bekasi disangka menerima imbalan komitmen Rp 13 miliar untuk pengurusan izin proyek. Menurut KPK janji imbalan itu diberikan oleh Billy Sindoro, dua konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen. KPK menduga jumlah imbalan yang sudah diberikan berjumlah Rp 7 miliar. Uang diduga diberikan untuk memuluskan sejumlah izin dalam proyek Meikarta fase pertama.

Neneng dinonaktifkan dari Partai Golkar dan dipecat dari tim sukses Jokowi - Ma'ruf. Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Ace Hasan Shadzily, mengatakan sudah berkomunikasi dengan Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait dengan posisi Neneng Hasanah di tim kampanye daerah. "Yang bersangkutan juga akan diberhentikan dalam Tim Pemenangan," ujar Ace kepada Tempo pada Selasa, 16 Oktober 2018.

#. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu
Remigo Yolanda Berutu tersangka penerima suap Rp 550 juta sehubungan dengan proyek infrastruktur sejak 18 November. KPK menyangka uang itu untuk kepentingan pribadi Remigo. Remigo disangka menginstruksikan para Kepala Dinas untuk “mengamankan” semua pengadaan proyek. Remiggo juga diduga menerima pemberian-pemberian lainnya terkait proyek di Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui para perantara dan orang dekatnya yang ditugasi mengumpulkan dana.

Menurut Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade, Remigo adalah kader Partai Demokrat yang mengalihkan dukungan pada Jokowi. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat diketahui telah memecat Remigo dari partai. "Segala jabatan partai yang melekat padanya telah dicabut,"kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Huahaean.

#. Wali Kota Pasuruan Setiyono
Pada 5 Oktober KPK menetapkan Wali Kota Pasuruan, Setiyono sebagai tersangka penerima suap proyek pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Pasuruan. Kader Golkar ini disangka menerima duit Rp 135 juta dari perwakilan CV. M, Muhamad Baqir, penggarap proyek itu.

#. Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar
KPK menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka korupsi Dana Alokasi Khusus Pendidikan Kabupaten Cianjur. Irvan dan sejumlah pihak disangka meminta, menerima, dan memotong pembayaran DAK pendidikan Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar. Dari jumlah itu, jatah Irvan 7 persen.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, yakin kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) akan segera mengundurkan diri dari partai. "Yang bersangkutan pasti langsung mundur, karena itu kebijakan Garda Pemuda NasDem," ujar Irma. (MUS)






DEPOK, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (13/12/2018): SEBANYAK 11 tersangka dan pengguna narkoba berhasil diringkus oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok. Dari pengungkapan kasus tersebut, sejumlah barang bukti berupa puluhan gram sabu dan tiga kg ganja senilai puluhan juta rupiah berhasil disita oleh BNNK Depok.

“Kesebelas pelaku terdiri dari bandar, pembeli, maupun kurir. Mereka ditangkap dari hasil penyelidikan anggota Kasie Brantas selama hampir setahun,” ujar Kepala BNNK Depok, dilansir dari laman resmi NTMC Polri, Kamis (13/12).

Dari 11 tersangka, satu diantaranya merupakan wanita yaitu NW (24), yang ditangkap bersama dengan bandarnya S dan ML. Petugas berhasil menyita barang bukti berupa sabu dengan berat bruto 11,72 gram.

Lalu ada dua pelaku AJ, residivis dari Lapas Bulak Kapal yang juga diketahui jaringan dari Lapas Cianjur tidak berkutik setelah ditangkap anggota di depan Terminal Depok, Jalan Raya Margonda. Petugas menyita barang bukti ganja siap edar berat 3,1Kg.

Selain itu, dalam proses Razia Bersinar BNN, pihaknya menyasar tempat kos-kosan, apartemen, tempat hiburan. Saat dilakukan tes urine didapatkan dua pasangan S,26, dan teman prianya, H,32, positif mengkonsumsi sabu saat merazia tempat penginapannya yang ada di daerah Margonda.

11 tersangka itu, kini sudah diamankan oelh BNNK Depok. Jumlah barang bukti yang berhasil disita yakni sabu seberat 26,18 gram dan ganja seberat 3107,56 gram. Atas perbuatan para tersangka, akan dikenakan Pasal 114 Pasal 111, dan 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana minimal lima tahun maksimal seumur hidup. (PAH)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, AHAD (02/12/2018): TANGGUNG JAWAB agar tetap aman selama berlangsung Reuni 212 di kawasan Monas Jakarta Pusat, Ahad (02/12), menjadi perhatian serius Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistiyanto. Jenderal bintang tiga ini terjun langsung ke lapangan. Hasilnya acara itu berjalan dengan damai, aman dan tertib.
 
Tak bisa dipungkiri, kondisi kondusif selama acara tidak lepas peran dari peserta dan aparat keamanan yang menjaga ketertiban acara.  Aparat keamanan yang dilibatkan mulai berseragam dinas hingga tidak berseragam mengawal reuni agar bisa menjaga situasi yang kondusif.

Dan aparat Polri tak berseragam dipimpin langsung Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistiyanto, yang turun langsung ke lapangan. Dengan mengenakan sepeda, memakai jaket, berkacamata hitam dan berpeci selalu mengawasi pergerakan peserta reuni agar tidak melengceng dari aturan.

Selain pengawasi gerak gerik peserta dan warga Jakarta yang menonton, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Arief Sulistiyanto mengerahkan segenap polisi tidak berseragam, yang ada dalam otoritasnya untuk mendeteksi dini dan memonitor setiap dinamika dan gejala terjadinya gangguan kamtibmas pada saat penggelaran kegiatan reuni 212.

Berkat antisipasi serta peran Kabareskrim yang begitu strategis ternyata sampai dengan selesainya kegiatan reuni 212 tidak ada kejadian yang menonjol dan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan tertib dan aman.

Bersamaan dengan Reuni Akbar 212 di Monas, Car Free Day (CFD) Sudirman dibatasi hanya sampai Bundaran Senayan dan Sarinah. Pengaturan lalu lintas di area perbatasan Jl. M.H Thamrin dengan Sudirman juga terpantau tertib.

Penutupan Jalan M.H Thamrin dari CFD termasuk adanya jalur alternatif arah Tanah Abang  di Jl. K.H Wahid Hasyim merupakan tindakan antisipasi massa agar terhindar dari kemacetan kendaraan pribadi maupun Transjakarta. Disejumlah tempat tampak aparat Kepolisian, Dishub, dan petugas jalur Transjakarta ikut mengatur lalu lalang di Jl.M.H Thamrin.

“Kalau pengalihan arus lalu lintas ini itu situasional. CFD hari ini tidak ada bedanya dengan CFD-CFD yang biasanya. Dan adanya reuni akbar 212 sama sekali tidak mengganggu aktivitas CFD maupun sebaliknya,” ujar salah satu petugas Dishub, Yose.

Sementara Reuni 212 di Monas Jakarta meninggalkan sampah berserakan. Ini meunjukkan kesadaran lingkungan bersih masih sangat sangat rendah. Petugas kebersihan memperkirakan sampah mencapai 217 ton atau 588 meter3. Sampah itu paling banyak botol minuman, bungkus makanan, putung rokok hingga popok bayi, yang berserak di Monas dan sekitarnya usai acara selesai.

Kepala Dinas KLH Isnawa Adji mengatakan mengerahkan 500 petugas dari lima wilayah kota ditambah 200 petugas dan 150 PPSU. Selain itu, ditambah 230 petugas Monas. “Totalnya 1.080 petugas,” ujarnya.  Mereka membersihkan kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka, Istiqlal, Jalan Juanda, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, Kebon Sirih dan kawasan Patung Tani. "Sampah yang berserak telah diangkut. Jumlahnya mencapai 217 ton atau 588 meter3," ungkapnya. (MUS)



JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, AHAD (02/12/2018): POLSEK Kalideres, Jakarta Barat merazia sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (2/12/2018). Dari tempat itu polisi menemukan sejumlah miras ilegal dan pemandu lagu positif narkoba.

Dalam razia, petugas menggerebek sejumlah tempat hiburan malam. Satu per satu tempat disisir dan dirazia petugas, termasuk lorong-lorong. Spontan pengunjung dan karyawan panik.

Mareka hanya pasrah, termasuk ketika Polwan memeriksa sejumlah kantong para pemandu lagu hingga ke pakaian dalam yang dikenakan. “Ada beberapa orang yang positif konsumsi narkoba,” kata Kapolsek Kalideres, Kompol Pius Ponggeng.

Tak hanya itu, polisi menyita sejumlah miras yang sumpetkan ke beberapa ruangan. Miras di ketahui tidak bercukai alias ilegal. Sejak pagi tadi polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para perempuan pemandu karaoke, karyawan, dan beberapa pengunjung.

Tak hanya itu, kata Pius, pihaknya juga mendapati beberapa tempat hiburan malam mempekerjakan pemandu karoke di bawah umur, bahkan beberapa diantaranya positif konsumsi narkoba. "Maka dari itu, kami pasti memeriksa pihak pengelolanya,” ucap Pius yang mengatakan petugas masih memburu pemiliknya. (SIC)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (24/11/2018): AKSI Premanisme di kawasan Jakarta Barat (Jakbar) sudah lampu merah. Korban pemerasan preman tak berani lapor pihak berwajib, ya karena takut ancaman, penculikan, pengerusakan hingga pembunuhan. Untungnya, polisi cepat tanggap dengan kondisi itu. Apalagi pentolan preman Hercules ditangkap bersama antek-anteknya.

Wali Kota Jakbar Rustam Effendi menegaskan, segala bentuk premanisme yang meresahkan warganya tidak boleh diberikan ruang gerak bebas, terutama untuk preman yang beraksi menduduki lahan. "Saya sudah instruksi kepada para camat dan lurah untuk berkoordinasi dengan kepolisian, untuk berantas preman sampai ke permukiman. Jangan di kasih ruang preman yang meresahkan warga," ujar Walikota Rustam.

Dilanjutkan, Pemerintah Kota Jakbar bekerja sama dengan sejumlah pihak dengan tegas berkomitmen untuk memberantas aksi premanisme tanpa pandang bulu. Selain itu, Pemkot Jakarta Barat mendukung penuh Polres Metro Jakarta Barat dalam menindak aksi premanisme. Demikian dilansir Antara, Sabtu (34/11/2018).

Sementara, untuk mencegah aksi premanisme berulang di wilayahnya, pihaknya telah memerintahkan jajarannya dari tingkat kota hingga ke kelurahan untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam memberantas aksi premanisme. "Kita harus tegas dan tidak ada toleransi memberantas pelanggaran terhadap hukum termasuk premanisme," tegas Rustam.

Sebelumnya, polisi menangkap tokoh pemuda Hercules di Kompleks Kebon Jeruk Indah Blok E 12 A Kembangan Jakarta Barat, karena diduga terkait dengan aksi 23 preman yang menguasai lahan bersertifikat dan melakukan intimidasi terhadap pemilik lahan di Kalideres Jakarta Barat pada Selasa 6 November 2018.

Para korbannya sudah lama merasa ketakutan dengan para tersangka yang kerap beraksi dengan membawa senjata tajam untuk melakukan pemerasan sejak Agustus, hingga akhirnya berani melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan mendapat penanganan. Awalnya, polisi menangkap sepuluh premam yang beraksi dengan cara merusak pintu masuk kantor pemasaran PT Nila Alam.

Sepuluh orang tersangka itu berinisal FTR, SS, BS, DV, MK, AS, RK, MR, YN, dan AB. Mereka meminta uang jasa pengamanan keada masing-masing penyewa senilai Rp500 ribu per bulan.

Selanjutnya 13 preman ditangkap saat melakukan pembongkaran pagar arkon lahan milik PT Tamara Green Garden. Mereka yang ditangkap yakni Manfred, Mulyadi alias Roy, Wawan. Sukri, Olon, Iyep, Cecep, Surya, Jaenul, Agus Suwarsono, Mohamad Yakup, Ace, dan Kurnia.

Para tersangka ditangkap bersama barang bukti berupa senjata tajam pisau dan golok, linggis, papan pelang, surat somasi, dan sertifikat lahan. (PAA)




GUNUNGKIDUL, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (24/11/2018): GUNUNGKIDUL DI Yogyakarta bukan hanya dikenal dengan panorama keindahan objek wisata. Namun, juga mempunyai daftar kuliner ekstrem. Selain belalang, jangkrik, kepompong dan kelelawar, ada satu lagi makanan ekstrem musiman yang layak dicoba, yakni puthul.

Puthul merupakan hewan sejenis kumbang yang muncul di awal musim penghujan, dan sudah menjadi makanan alternatif. Hewan yang biasa muncul di malam hari dan di dedaunan pohon pisang diburu warga. Diburu lantaran dianggap hama bagi masyarakat Gunungkidul sehinga diburu untuk dijual maupun dikonsumsi pribadi menjadi makanan untuk lauk.

Puthul sering muncul pada sore hari menjelang malam karena waktu itu puthul keluar dari sarangnya untuk mencari makanan. Meski dipandang menjijikkan oleh sebagian orang, namun rasa puthul ini tidak kalah dengan belalang. Bahkan, lebih empuk dan menjadi lebih nikmat jika disajikan dengan bumbu bacem goreng.

Suharni, salah satu warga di desa Ngawu, Kecamatan Playen menuturkan, dirinya setiap habis maghrib berusaha berburu puthul. Setiap satu kilogram, dia masak dan dijual dengan harga Rp60 ribu. "Mencarinya juga mudah. Hanya saja munculnya di awal musim hujan saja. Nanti hilang juga," lontar Suharni seperti dilansir laman Bisniswisata.co.id, Sabtu (24/11/2018).

Dengan munculnya puthul, kata Suharni, dirinya bisa meraup keuntungan yang lumayan besar. "Saya pernah jual sampai dua kilogram. Kadang satu kilogram," ungkapnya sambil menambahkan setiap kali berburu puthul, dirinya menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Hasil berburu puthul ini tidak hanya dijual oleh Suharni, namun juga untuk lauk yang disantap bersama tiga anak laki-lakinya.

Sumaryanto (27) warga dusun Pengos, Desa Giring, Paliyan mengakui saat memasuki musim penghujan dirinya bersama warga lainnya mencari puthul. Untuk mendapatkan putul sangat mudah. Dalam kurun waktu satu jam dapat mengumpulkan banyak puthul. Saat mencari dirinya hanya menggunakan alat sederhana yaitu berupa botol plastik bekas air mineral, dan satu buah lampu senter untuk penerangan.

"Saat puthul keluar tinggal diambil saja biasanya puthul berada di pohon pisang, kalau kesulitan biasanya pohon digoyangkan agar puthul terjatuh dan tinggal memasukkan kedalam botol," paparnya.

Sekali pencarian bisa mendapatkan puthul satu penuh botol air mineral berukuran 1,5 liter. "Ya saat mudah dicari ya bisa satu hingga tiga botol air mineral puthulnya, kalau pas sulit tidak sampai satu botol air mineral puthulnya," katanya sambil menambahkan selain dikonsumsi puthul juga mempunyai nilai ekonomi sendiri dimata warga Gunungkidul, satu botol penuh bisa dijual seharga Rp 40 ribu.

Pengamat pertanian di Gunungkidul, Supriyadi menerangkan, puthul merupakan hama yang mengganggu tanaman pertanian. Hewan ini ketika masih menjadi larva sering menyerang akar tanaman padi yang disebut uret. Puthul memiliki nama latin Phyllophaga Hellery, merupakan famili Scarabaeidae, sub famili Melolonthinae dari Ordo Coleoptera.

"Puthul akan bertelur di dalam tanah. Lalu menetas menjadi uret bersamaan dengan perkembangan padi. Uret berkembang baik yaitu di tempat yang banyak mengandung bahan organik. Setelah itu, uret masuk ke dalam tanah, dan lamanya uret di dalam tanah sekitar 4-6 bulan. Lalu muncullah puthul," ucapnya. (BW)



JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (24/11/2018): PEMUDA Aceh Jundi membuat, pemilik admin dan penyebar hoaks dan ujaran kebencian di Instagram dan media sosial lainnya. Judin gunakan nama samaran SR23 dan mengendalikan beberapa akun Instagram "Suara Rakyat 23". Juga suararakyat23, suararakyat23id, suararakyat23ind, sr23.official, sr23official, sr23_official, suararakyat23_ind dan srct_dta.

Akibat perbuatannya, pria berusia 27 tahun itu ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, di daerah Lueng Bata, Banda Aceh, pada 15 Oktober 2018.

JD diketahui telah menyebarkan ujaran-ujaran tersebut sejak akhir tahun 2016. Tujuannya waktu itu adalah untuk menyerang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang terjerat kasus penistaan agama. "Awalnya dari kasus Ahok karena menista agama, jadi timbul niat untuk melawan Ahok," kata JD di Kantor di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11).

Kemudian, tindakan tersebut masih terus berlanjut hingga ia ditangkap pada bulan lalu. Ketika iu, dia telah mengendalikan beberapa akun. Pengikutnya bahkan pernah mencapai angka 100.000 orang. Namun, jumlah itu menurun menjadi sekitar 69.000 pengikut. Alasannya, ada akunnya yang sudah ditangguhkan (suspend) oleh media sosial itu karena menyalahi standar penggunaan media sosial terkait.

Konten-konten yang ia bagikan mengandung pornografi, berita bohong, ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan golongan (SARA). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang online juga mengunggah foto atau meme. Salah satu unggahannya menyinggung soal keterkaitan Presiden RI Joko Widodo dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Terkait unggahannya soal Presiden Jokowi, JD pun mengakui ia tidak menyukai kebijakan kenaikan harga pemerintah yang dinilainya dilakukan-diam. "Kenapa Pak Jokowi? Karena saya kurang suka dengan kebijakannya menaikkan harga tanpa pemberitahuan, seperti BBM dan tarif listrik," ucap dia.

JD mengunggah sebanyak 1.186 kali, di mana 843 unggahan berupa gambar ia edit sendiri. Kemampuannya itu diperoleh dari hasil belajar secara otodidak. Saat melakukan aksinya, ayah satu anak itu menyebutkan bahwa ia bertindak sendiri. Sasarannya mulai Ahok, Presiden Jokowi hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Unggahan Jundi di antaranya editan foto Jokowi yang sedang berpose hormat, dan dia menambahkan lambang palu arit dan tulisan "JOKOWI ADALAH SEORANG KOMUNIS", juga mengedit foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang sedang berpose salam komando dengan tulisan "ADA AROMA KEBANGKITAN PKI DALAM TUBUH PANGLIMA TNI". Konten foto itu diunggahnya dalam akun Instagram sr23_official.

Berdasarkan keterangan yang diberikan kepada penyidik, JD pun mengakui ada motif ekonomi di balik tindakannya. Selama ini, ia merasa aman-aman saja atas tindakan tersebut, sebab JD mengaku jarang membaca berita soal penangkapan pelaku penyebar hoaks.

Karena itu, ia pun menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarganya, rakyat Indonesia, Polri, dan teman-temannya. Tak ada permintaan maaf kepada Jokowi, JD mengaku bukan oknum yang mengedit unggahan yang ia bagikan. "Itu bukan saya yang edit, jadi saya ambil dari explore Instagram, lalu saya post sendiri," tuturnya.

JD mengimbau kepada publik agar tidak menggunakan media sosial sebagai sarana untuk melakukan tindakan tidak terpuji seperti yang ia lakukan. "Saya imbau kepada seluruh teman-teman di media sosial, yang masih memilki akun IG, Facebook, Twitter atau yang lainya, yang digunakan untuk sebar provokasi, kebencian, hoaks, dan gibah, agar berhenti lakukan hal tersebut," ujar JD.

Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni menegaskan Polri butuh waktu satu tahun untuk menemukan admin akun penyebar hoaks dan ujaran kebencian di Instagram "Suara Rakyat". JD itu akhirnya ditangkap di daerah Lueng Bata, Banda Aceh pada 15 Oktober 2018. "Jadi yang bersangkutan sudah mulai menyampaikan kebencian-kebencian itu mulai dari akhir tahun 2016. Dan kami sudah mengikuti kurang lebih 1 tahun terhadap akun tersebut," ujar Dani.

Diakui, tersangka lihai menyembunyikan identitas aslinya. Polisi membutuhkan waktu cukup lama untuk memastikan siapa orang di balik akun tersebut. "Internet ini kan peluang untuk anonymous. Salah satunya kami harus memastikan betul penggunanya yang bersangkutan. Karena kepiawaian yang bersangkutan juga menghilangkan identitas dalam membuat akun tersebut," jelas dia.

Barang bukti yang disita oleh penyidik dari tersangka di antaranya terdiri dari, kartu identitas JD, satu unit laptop, dua buah telepon genggam, 24 buah kartu SIM Telkomsel, empat buah kartu SIM Axis, dan tiga buah kartu SIM XL. Selain itu, penyidik juga mengambil alih lima akun e-mail, dua akun Instagram, satu akun Facebook, dan dua akun Twitter.

Pelaku dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tersangka juga akan dijerat dengan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta KUHP. Hukuman maksimal bagi tersangka adalah 6 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (IPA)





MEDAN, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (24/11/2018): OKNUM polisi bertugas di Satuan Sabhara Polres Simalungun, Polda Sumut, ditangkap di kediamannya di Dolok Sinumbah, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, dalam kasus peredaran narkoba. Selain meringkus tersangka Aiptu SP (46), petugas berhasil menyita barang bukti 6 gram sabu dan alat hisap sabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman NTMC Polri Sabtu (24/11), kasus ini terungkap setelah petugas mendapati laporan dari warga yang mncurigai adanya aktivitas tersangka. Lalu, sejumlah petugas melakukan penyelidikan dan meluncur ke lokasi.

Saat melakukan aksi penangkapan, tersangka tidak berkutik. Ia langsung diboyong ke Polres Simalungun. Tersangka Aiptu Sp disebut-sebut telah menjadi target operasi. Pasalnya, tersangka dikenal oleh masyarakat sebagai pengguna narkoba.

Tersangka juga diduga merupakan pengedar sabu. Dugaan itu menyusul dengan ditemukannya sejumlah alat yang berhubungan dengan narkoba di kediamannya. Ada juga ditemukan 30 klip kosong.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, saat dikonfirmasi Poskotanews, Jumat (23/11) malam belum bersedia memberikan keterangan lengkap. (IPE)


LAMPUNG, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (24/11/2018): PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masyarakat akan rugi besar jika pengaruh media sosial dan perbedaan politik merusak persatuan dan persaudaraan kita sebagai satu bangsa. Jokowi juga prihatin dengan banyaknya fitnah dan kabar bohong yang tersebar di media sosial.

"Jangan sampai hal-hal seperti ini karena pengaruh-pengaruh politik, karena pengaruh-pengaruh sosial media, bapak ibu sekalian jadi tidak seperti saudara. Rugi besar kita nanti kalau ini diterus-teruskan," kata Presiden Jokowi, dalam sambutannya saat penyerahan sertifikat tanah di Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11).

Menurut Jokowi, masyarakat berhak memilih calon yang terbaik dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden. Masyarakat dapat melihat prestasi, rekam jejak dan gagasan-gagasan dari para calon pemimpin, kata Jokowi seperti dilansir Antara

Kepala Negara juga mengungkapkan keprihatinannya pada saat memasuki tahun politik yang cenderung tersebar fitnah, beredar kabar bohong dan saling hujat melalui media sosial. Presiden juga geram akan adanya fitnah yang menyebarkan dirinya terkait PKI.

"Fitnah-fitnah seperti itu. PKI itu dibubarkan 1965-1966. Lahir saya itu tahun 61, berarti umur saya baru empat tahun. Lah kok bisa diisukan Presiden Jokowi aktivis PKI. Apa ada PKI balita," ujar Presiden Jokowi mempertanyakannya pula.

Kepala Negara meminta masyarakat tidak mudah percaya isu-isu yang beredar melalui media sosial. Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Provinsi Lampung pada Jumat-Sabtu (23-24/11).

Selain menyerahkan sertifikat tanah, Presiden juga telah meninjau pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang menyambungkan Bakauheuni (Lampung Selatan/Lampung)-Palembang (Sumatera Selatan) di Seksi Bakauheuni-Terbanggi Besar. (MUS)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (24/11/2018): MERAWAT dan menjaga NKRI merupakan lagu wajib bagi generasi muda. Guna membuktikan kepedulian terhadap kebangsaan, delapan Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) tergabung dalam Forum Pemuda Peduli NKRI menggelar acara sosial didalamnya ada deklarasi pemuda untuk mempertegas komitmennya.

Selain menjaga NKRI, juga melakukan Deklarasi Anti Hoax dan Anti Provokasi serta melakukan donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam yang menguncang wilayah Indonesia, antara lain di Lombok, Palu dan Donggala.

Delapan Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli NKRI menyelenggarakan acara Gebyar Kebangsaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Acara yang diprakarsai delapan OKP diantaranya HMI, KMHDI, GMNI, PMII, SEMMI, Himmabudhi, PMKRI dan LMND ini digelar 27-28 Oktober 2018.

"Acara ini salah satu cara mengikat persaudaraan. Kami para pemuda terus membuktikan kepedulian terhadap bangsa lewat perhelatan-perehelatan serupa. Kami bukan hanya kritis tapi juga penuh rasa kepedulian. Ini bentuk sumbangan kami bagi nilai-nilai kebangsaan,” lontar Ketua Panitia Gebyar Kebangsaan Forum Pemuda Peduli NKRI, Ramjes usai acara pembubaran panitia Gebyar Kebangsaan di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Selain itu, lanjut Ramjes, salah satu tujuan acara itu digelar dilakukan donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Lombok, Palu dan Donggala. “Forum ini juga sebagai gerakan kemanusiaan, khususnya dalam membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Lombok dan Donggala. Ini merupakan bentuk kegiatan kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam,” jelasnya.

Dalam acara itu, Forum Pemuda Peduli NKRI menggandeng Imarindo (Ikatan Manager Artis Indonesia), Akun media sosial Lambe_Turah, Aplikasi media sosial Tiktok dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) bersatu menyelenggarakan kegiatan Konser Amal yang bertema Gebyar Kebangsaan #semangatpemuda pada 27 dan 28 Oktober 2018 di parkir selatan Taman Mini Indonesia Indah.

Sederet artis pengisi acara konser amal ini antara lain Elek Yo Band, Ari Lasso, Cokelat Band, Kerispatih, The Rain, Vina Panduwinata & Ikmal Tobing, OMPMR, Alika, Zarro, DJ Widuri, Temon Stand Up Comedy dan masih banyak artis lainnya yang turut menyumbangkan hiburan untuk seluruh lapisan masyarakat .

Untuk lebih membuat semangat dan memeriahkan acara, Tiktok mengadakan challenge spesial. Challenge tersebut mengajak para pemuda Indonesia ikut deklarasikan #SemangatPemuda anti hoax di aplikasi Tiktok pada tanggal 27 Oktober 2018.

Untuk mengikuti challenge ini sangatlah mudah. Calon peserta dapat mengunduh aplikasi Tiktok di google play/ apple store, dan buat video Tiktok dengan menggunakan tagar #SemangatPemuda gunakan stiker spesial #SemangatPemuda serta di ikuti skrip “Semangat Pemuda! Bersatu! Anti HOAX, Anti Provokasi! NKRI Harga Mati!!” Lalu post video TikTok Yang kamu buat dengan menggunakan hashtag #SemangatPemuda. Hasil challenge video tersebut akan ditunggu hingga tanggal 27 Oktober 2018.

Pada puncak acara panitia melakukan Deklarasi Anti Hoax dan Anti Provokasi yang dilakukan serentak bersama para generasi millenial yang hadir sebanyak 5.000. Aksi yang menyebar #SemangatPemuda ini pun kala itu sempat menembus trending topik worldwide. (IPE)






Halaman 1 dari 190