Iklan Banner Atas

Kapolda Riau: Untuk Yang Berbau Ilegal Tak Ada Kompromi

Published in Profil Tokoh Written by  September 16 2014 font size decrease font size increase font size 44
Rate this item
(1 Vote)

Jakarta, javanewsonline.com, 23/06/2010 - Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri melantik Brigjen Pol. Suedi Husein sebagai Kapolda Riau menggantikan Brigjen Pol Drs Adji Rustam Ramdja, di ruang Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa kemarin. Pelantikan Suedi sesuai Telegram Rahasia nomor kep/355/VI/10 tertanggal 8 Juni 2010 itu juga diikuti oleh dilantiknya empat Kapolda lainnya yakni Kapolda Metro Jaya, Jabar, Jambi dan Bengkulu.

Jakarta, javanewsonline.com, 23/06/2010 - Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri melantik Brigjen Pol. Suedi Husein sebagai Kapolda Riau menggantikan Brigjen Pol Drs Adji Rustam Ramdja, di ruang Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa kemarin.

Pelantikan Suedi sesuai Telegram Rahasia nomor kep/355/VI/10 tertanggal 8 Juni 2010 itu juga diikuti oleh dilantiknya empat Kapolda lainnya yakni Kapolda Metro Jaya, Jabar, Jambi dan Bengkulu.

Sementara Brigjen Adji selanjutnya akan menduduki jabatan staf ahli Kapolri. Irjen Pol Timur Pradopo resmi menjabat posisi Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Wahyono, terhitung hari ini. Selain Timur, Kapolri juga melantik lima Kapolda baru.

Irjen Pol Wahyono akan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri dan Kapolda Jawa Barat yang ditinggalkan Timur akan diisi oleh Brigjen Pol Sutarman yang sebelumnya menjabat Kepala Sekolah Lanjutan Perwira (Kaselapa) Polri. Kapolda Jambi oleh Brigjen Pol Dadang Garhadi, dan Kapolda Bengkulu diisi oleh Kombes Pol Burhanuddin Andi.

Seusai pelantikan Suedi Husein mengaku siap menjalankan amanat Kapolri untuk memberantas segala hal berbau illegal yakni illegal fishing, illegal minning maupun illegal logging.

"Untuk yang berbau illegal, tak ada kompromi," kata Suedi.

Menyangkut program terdekat, Suedi masih bersikap normatif. Langkah awalnya adalah dengan konsolidasi internal terlebih dahulu. Suedi berkeinginan melihat kelebihan dan kekurangan dari seluruh kesatuan anggota di Polda Riau.

 
"Jika ada kekurangan mesti diperbaiki dan apabila ditemukan perbaikan akan ditingkatkan," katanya.

Setelah melakukan konsolidasi, tahap berikutnya adalah dengan melihat kondisi luar masyarakat, untuk menerapkan strategi yang efektif dan efisien guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Suedi juga mengaskan bahwa akan secara langsung melihat Polsek-Polsek di Riau yang merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat. Suedi berjanji akan membenahi Kapolsek yang tidak dekat dengan masyarakat.

"Kalau tidak dekat dan dirasakan dengan baik oleh masyarakat, apa pentingnya Polsek itu," katanya.

Bagi Suedi bertugas dimanapun bukanlah merupakan beban yang berat untuk dipikul. Sebab dimanapun dirinya bertugas sebagai aparat kepolisian, selalu didukung oleh masyarakat, pemerintah daerah, ulama dan tokoh Muspida lainnya.

"Tak merasa berat di Riau, karena tugas itu merupakan amanah. Kalau berat, berarti itu menyerah sebelum dimulai. Saya sadar, setiap saya bertugas dimanapun, saya tidak sendiri, karena selalu ada masyarakat di belakangnya," katanya.

Suedi mengatakan bertugas sebagai Kapolda Riau juga sama menantang dan beratnya dengan tugasnya di KPK maupun di daerah lainnya. Tak ada perbedaan signifikan lingkup tugas dan beban tugas baginya saat bertugas di KPK maupun di Polda Riau.

"Tak ada perbedaan signifikan, di KPK hanya spesifikasi korupsi saja. Sementara di Polda Riau, semua aspek wilayah. Tapi sekali lagi, itu merupakan amanah yang mesti didukung oleh rakyat, tak bisa saya sendiri," katanya.

Menyangkut karakteristik masyarakat Riau, Suedi mengaku tak jauh berbeda dengan karakter masyarakat Melayu lainnya seperti di Jambi maupun di NAD.

"Sedikit banyak saya bisa mengenal karakter masyarakat Melayu, karena saya punya pengalaman tugas di Jambi selama tujuh tahun," katanya.
 
Berikut riwayat hidup Suedi Hasein :

Tempat, Tanggal Lahir : Makassar, 18 Nopember 1958

Istri : Sri Astuti Maryani
 
Anak :
 
1. Sudista Febriawan (24)

2. Sendhy Octovan (22)

3. Suesti Devi P (19)
 
Riwayat Jabatan :   

1.   Lulus Akademi Kepolisian tahun 1984

2.   Polda Metro Jaya (1984-1986)

3.   PTIK (1986-1988)

4.   Kapolsek Balikpapan Barat (1988-1989)

5.   Kasatserse Polresta Samarinda (1989-1991)

6.   Danpi Taruna Akpol (1991-1993)

7.   Wakasat Serse Polwiltabes Bandung (1993-1994)

8.   Kasatserse Polwil Bogor (1994-1995)

9.   Wakapolres Karawang (1995-1996)

10.  Dik Sespim Polri (1997-1998)

11.  Sesdit Serse Polda Jambi (1998-1998)

12.  Kapolres Tanjung Jabung, Jambi (1998-2001)

13.  Kepala SPN Jambi (2003-2005)

14.  Dirreskrim Polda NAD (2005-2008)

15.  Penyidik Utama Dit III Tipikor (2008-2009)

16.  Dirdik KPK (2009-2010)

17.  Kapolda Riau (2010-…) (B Subagio)
 

  

Read 24665 times Last modified on Last modified on Januari 15 2016

44 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.