Sunday, October 21, 2018

Iklan Banner Atas

Diangkat Jadi Jubir Presiden, Johan pun bercerita

Published in Profil Tokoh Written by  Januari 13 2016 font size decrease font size increase font size 43
Rate this item
(1 Vote)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (13/01/2016) - Juru bicara (jubir) Presiden Jokowi yang baru Johan Budi menceritakan awal mula dirinya diangkat menjadi jubir Presiden. Johan mengaku ditelepon sekretaris pribadi Presiden sekitar pukul 11.00 WIB dan diminta datang ke Istana menghadap Jokowi. "Harusnya janjian pukul 13.30 WIB, tapi karena macet jadi saya sampai istana pukul 14.00 WIB, di situ ternyata sudah banyak wartawan yang menunggu," katanya usai menghadiri rapat terbatas kabinet, Selasa(12/1/2015) malam.

Diruangan kerja Presiden, Jokowi sudah menunggu, lalu menyusul Kepala Staf Kepresiden Teten Masduki dan tim komunikasi Presiden Ari Dwipayana. Presiden pun meminta agar dibawakan Keputusan Presiden (Keppres) yang sudah ia tanda tangani, namun belum ada nomor Keppres dan nomenklatur.

Awalnya, jabatan yang akan diemban Johan hanyalah staf khusus, namun Johan meminta hal itu diperjelas. "Saya sampaikan, wartawan suka hal yang simple, apa tugasnya staf khusus itu. Saya kan mantan wartawan, jadi saya tahu apa yang dibutuhkan wartawan. Jadi jelaskan saja tugas saya sebagai jubir, dan menurut Presiden hal itu tidak masalah," ungkap Johan.

Jokowi sendiri mengaku senang dengan hadirnya staf khusus baru dilingkungan Istana Negara. "Saya senang, semakin banyak orang-orang baik yang membantu saya," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta,

Mendengar hal tersebut, Johan pun mengaku terharu dianggap sebagai orang baik oleh Jokowi. "Saya sempat terharu juga saat Presiden mengatakan hal itu karena saya dianggap orang baik," kata Johan

Untuk diketahui, Jabatan Johan setara dengan eselon IA atau kepala badan. Ia pun berhak untuk mendapatkan enam staf yang terdiri atas empat staf fungsional dan dua staf administratif. Belum lagi fasilitas perumahan, mobil, supir, ajudan dan kelengkapan bagi penyelenggara negara lain. "Tapi saya tidak mementingkan gajinya, yang penting saya bisa membantu," katanya.

Dalam pertemuan di istana itu, Johan juga sempat melakukan pembicaraan empat mata dengan Presiden Jokowi, namun dia engan mengatakan hasil isi pembicaraan tersebut. "Ada sekitar 15-20 menitlah pembicaraan empat mata," ungkap Johan.

Bahkan karena proses yang sangat kilat itu, Johan belum sempat menyampaikan pekerjaan barunya tersebut kepada istri dan kedua anaknya.

Padahal Senin(11/1) pagi, Johan masih sempat mengantarkan anak keduanya ke sekolah dan berjanji untuk menjemputnya sepulang sekolah. "Tapi tadi saya sampaikan via whatsapp begini Dek, ayah ini mencari kerja, mau ketemu orang untuk wawancara. Istri saya juga tidak tahu kalau saya ke istana, dia bahkan tahu saya jadi jubir Presiden dari media. Jadi saya tidak menyangka secepat itu juga," ucapnya.

Sehingga tugas antar-jemput anak sekolah bagi Johan hanya berlangsung hanya sekitar dua pekan setelah ia melakukan perpisahan dengan KPK, lembaga tempatnya mengabdi selama 10 tahun terakhir.

Tantangan ke depan Johan mengaku bahwa ke depan ada berbagai tantangann bagi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai jubir istana. Salah satu tantangannya adalah beragamnya isu di istana, mulai dari isu ekonomi, internasional, hukum, politik, sosial budaya bahkan flora fauna.

Apalagi Johan sudah dipesankan untuk menyiapkan akhir pekannya menemani Presiden Jokowi untuk blusukan ke berbagai daerah atau bahkan ke luar negeri. "Saya memang bukan sarjana komunikasi, saya itu insinyur, Tapi saya 12 tahun jadi wartawan, jadi saya paham wartawan mau judul apa," ungkap Johan.

Namun, tidak ada yang meragukan integritas Johan yang sudah teruji selama berkarir di KPK.  Satu hal yang Johan bingungkan hanyalah mencari tempat untuk merokok di lingkungan Istana Merdeka karena kantornya berada tepat di bawah ruangan Presiden Jokowi yang steril dari asap rokok.

Satu hal lain yang mungkin menjadi ujian bagi Johan sebagai Jubir Presiden adalah bila terjadi resuffle kabinet, bagaimana menyampaikan hal itu kepada masyarakat dengan baik.

Menjadi orang baik tentu bukan satu-satunya modal Johan sebagai Jubir Presiden, tapi pengalaman dan pendekatannya yang terukur ke insan media pun menjadi kekuatan utama Johan di lingkungan barunya. (FAH)

Read 483 times Last modified on Last modified on Januari 25 2016

43 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.