Iklan Banner Atas

Saat Tugas, Kapolres Inhu Pakai Motor Butut

Published in Profil Tokoh Written by  Desember 31 2015 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

INDRAGIRI HULU, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (31/12/2015) - Sebagian orang menilai menjadi anggota polisi selalu enak. Memiliki pakaian ciri khas. Mengendarai sepeda motor ketika bertugas. Kesan gagah pun selalu disematkan kepada setiap anggota polisi.

Namun kesan itu sangat jauh ditunjukkan oleh Kapolres Indragiri Hulu (Inhu), Riau, AKBP Ari Wibowo. Memimpin korps bayangkara setingkat daerah kabupaten tak lantas membuatnya jumawa.

Bermodal sepeda motor Honda Astrea, AKBP Ari terus menjelajahi wilayah kabupaten Indragiri Hulu. Kuda besi itu diakui AKBP Ari digunakannya sejak Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Itu motor saya sejak masih SMA (Sekolah Menengah Atas). Dulu motor itu kendaraan andalan saya, bahkan sampai sekarang juga. Memang hobbi pakai motor ketimbang naik mobil. Anginnya itu lho," kata AKBP Ari seperti dikutip dari Facebook Divisi Humas Mabes Polri.

Polisi berpangkat dua melati mempunyai alasan tersendiri masih mengandalkan kuda besinya itu. Salah satu pengakuannya karena lebih fleksibel ketimbang mengendarai mobil.

"Jadi kalau kegiatan strong point (pengawasan lokasi rawan) dan hunting sistem (patroli) saya lebih suka pakai motor itu. Kalau kawasannya jauh barulah pakai mobil. Praktis kan, bisa keluar masuk jalan kecil, jadi pemantauannya bisa menyeluruh," kata AKBP Ari.

Kenangan historis saat mengendarai motor Astreanya pun menjadi alasan lain dirinya mempertahankan kuda besinya itu. AKBP Ari mengatakan, motor itu memiliki nilai nostalgia tersendiri buat dirinya.

"Sejak saya di Semarang motor itu selalu ikut kemana-mana saya pindah. Dulu motor itu saya pakai bawa anak dan istri jalan-jalan sore, kalau sedang tidak bertugas," ungkapnya.

Ari mengaku dirinya tidak malu untuk membawa motor bututnya itu. Dia merasa membawa motor bukan menjadi hal luar biasa dan menjadi ajang pencitraan untuknya. "Kenapa mesti malu, saya sudah biasa. Jadi nggak perlu dibesar-besarkan, apalagi buat pencitraan," singkatnya. (PEH)

Read 104 times Last modified on Last modified on Januari 25 2016

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.