Iklan Banner Atas

Profil Tokoh 29

Written by Agustus 20 2018 0

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SENIN (20/08/2018): SAAT ini lagi tren ustad-ustad terkenal yang lagi ramai diperbincangkan di masyarakat Indonesia antara lain Ustad Abdul Somad, Ustad Arifin Ilham, Ustad AA Gym maupun ustad youtube karena sering terlihat memberikan ceramah di youtube yaitu Ustad Yayat Hidayat.

Namun kali ini kita akan membahas sosok ustad yang bisa dibilang ustad lokal dan tidak terkenal tetapi ustad tersebut dijadikan tauladan oleh masyarakat di lingkungan Kelurahan Gedung Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Sosok ustad tersebut bernama Ustad H Yayat Hidayat. Ustad Yayat Hidayat merupakan Marbot Masjid Jami Al Barkah Kelurahan Gedong Pasar Rebo Jaktim. Selain sering memberikan dakwah dan ceramah-ceramah di masjid jami Al Barkah juga memberikan dakwah di lingkungan masyarakat Kelurahan Gedong Kec Pasar Rebo, ternyata Ustad Yayat Hidayat juga aktif dalam kegiatan kemasyarkatan baik itu kebersihan, siskamling dan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar.

Contohnya baru-baru saat ini ustad Yayat sering melakukan sosialiasi terhadap pemuda dan pelajar tentang bahaya narkoba, miras maupun meredam aksi tawuran. Karena saat ini banyak terjadi tawuran yang dilakukan oleh para pemuda dan pelajar.  Selain itu Ustad H Yayat Hidayat juga aktif sebagai anggota FPI dan saat ini menjabat sebagai ketua DPC FPI Pasar Rebo.

Dalam organisasi tersebut Ustad Yayat selaku memanfaatkan organisasinya yakni FPI untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif diantaranya yang disebutkan diatas antara lain Dakwah, dan sosialisasi - sosialisasi kepada masyarakat/pemuda agar  masyarakat yang terhindar dan bebas dari tawuran, miras maupun narkoba.

Ustad Yayat yang saat ini tinggal di RT 04 / RW 01 Kelurahan Gedong Kec Pasar Rebo ini juga dikenal sangat dekat dengan tokoh FPI Habieb Rizieq Sihab yang saat berada di Tanah Suci Mekah.

Sebagai ketua FPI Pasar Rebo Ustad Yayat juga bisa mengarahkan anggotanya maupun rekan-rekan dari ormas lain jika pada saat melakukan kegiatan berupa aksi demo ( unjuk rasa ) agar bersikap tertib dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu Ustad Yayat Hidayat juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan tablig akbar yang tujuan utamanya adalah memberikan dakwah,  ceramah untuk memberikan nilai-nilai agama yang baik kepada masyarakat serta menjalin tali silaturahmi antar lain antar tokoh  masyarakat, antar ormas, antar tokoh pemuda dan antar tokoh agama.

Semoga sosok Ustad H Yayat Hidayat yang merupakan  Marbot dan Ketua DPC FPI Pasar Rebo, yang saat ini tinggal di Kelurahan Gedong Pasar Rebo walaupun tidak se terkenal seperti ustad - ustad yang sering dilihat di televisi tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung kepada lingkungan dan masyarakat di sekitar Kelurahan Gedong Pasar Rebo dapat dicontoh dan ditiru oleh tokoh agama di daerah lain di Indonesia. (IPH)

Written by Oktober 12 2017 0

SURABAYA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (12/10/2017): MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima gelar kehormatan doktor honoris causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Ini adalah gelar doktor honoris causa yang kedua bagi Menteri Susi. Sebelumnya, Susi mendapatkan gelar itu

SURABAYA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (12/10/2017): MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima gelar kehormatan doktor honoris causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Ini adalah gelar doktor honoris causa yang kedua bagi Menteri Susi. Sebelumnya, Susi mendapatkan gelar itu dari Universitas Diponegoro, Semarang.

Penganugerahan kepada Susi Pudjiastuti akan dilaksanakan bersamaan dengan puncak dies natalis ITS ke-57 pada 10 November 2017. Pada sidang promosinya nanti, Susi akan dipromotori Semin dan Ketut Buda Artana, sementara Raja Oloan Saut Gurning sebagai co-promotor.

Sekretaris ITS Agnes Tuti Rumiati menuturkan Susi terpilih menerima gelar honoris causa di bidang pembangunan kelautan serta perikanan Indonesia karena dianggap berkontribusi dan dalam dunia kemaritiman Indonesia. Susi juga dinilai berjasa membuka perspektif soal urgensi dunia kemaritiman.

Penganugerahan gelar kehormatan Susi Pudjiastuti merupakan usul Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) yang diajukan ke Senat Akademik ITS tahun lalu. “Penelaahan penganugerahan ini sudah selesai dilakukan pada April 2017. Seremonialnya dilakukan bersamaan dengan peringatan dies natalis ITS pada 10 November nanti,” ujar Agnes dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (11/10/2017).

Menurut Agnes, pengkajian pemberian gelar itu pun melalui prosedur yang ketat. Gelar ini pantas disandingkan dengan nama Susi yang telah berhasil memperoleh sertifikasi kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) level 9. “Standar KKNI level 9 ini setara dengan doktor atau S-3.”

Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS M. Badrus Zaman mengatakan Susi diberi gelar doktor honoris causa karena komitmennya dalam membangun budaya maritim. “Hal ini berpengaruh pada tertatanya sektor ekonomi dan sektor teknologi kelautan serta peningkatan pengelolaan sumber daya kelautan. Kontribusi Bu Susi untuk bangsa ini juga sangat jelas,” tuturnya. (TMP)



dari Universitas Diponegoro, Semarang.

Penganugerahan kepada Susi Pudjiastuti akan dilaksanakan bersamaan dengan puncak dies natalis ITS ke-57 pada 10 November 2017. Pada sidang promosinya nanti, Susi akan dipromotori Semin dan Ketut Buda Artana, sementara Raja Oloan Saut Gurning sebagai co-promotor.

Sekretaris ITS Agnes Tuti Rumiati menuturkan Susi terpilih menerima gelar honoris causa di bidang pembangunan kelautan serta perikanan Indonesia karena dianggap berkontribusi dan dalam dunia kemaritiman Indonesia. Susi juga dinilai berjasa membuka perspektif soal urgensi dunia kemaritiman.

Penganugerahan gelar kehormatan Susi Pudjiastuti merupakan usul Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) yang diajukan ke Senat Akademik ITS tahun lalu. “Penelaahan penganugerahan ini sudah selesai dilakukan pada April 2017. Seremonialnya dilakukan bersamaan dengan peringatan dies natalis ITS pada 10 November nanti,” ujar Agnes dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (11/10/2017).

Menurut Agnes, pengkajian pemberian gelar itu pun melalui prosedur yang ketat. Gelar ini pantas disandingkan dengan nama Susi yang telah berhasil memperoleh sertifikasi kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) level 9. “Standar KKNI level 9 ini setara dengan doktor atau S-3.”

Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS M. Badrus Zaman mengatakan Susi diberi gelar doktor honoris causa karena komitmennya dalam membangun budaya maritim. “Hal ini berpengaruh pada tertatanya sektor ekonomi dan sektor teknologi kelautan serta peningkatan pengelolaan sumber daya kelautan. Kontribusi Bu Susi untuk bangsa ini juga sangat jelas,” tuturnya. (TMP)



Written by April 04 2017 1


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (4/4/2017): PENYANYI Syahrini termasuk selebritis yang rajin mengunggah berbagai materi ke akun Instagram pribadinya, @princessyahrini. Mulai dari gaya berbusana hingga momen sibuk di tengah pekerjaan dibagi Syahrini dalam bentuk foto dan video.

Namun sebuah foto yang diunggah Syahrini Senin 3 April 2017 kemarin justru memunculkan protes dan cibiran dari penduduk dunia maya.  Foto itu memerlihatkan Syahrini dengan hijab warna hitam, namun dengan bawahan yang super ketat.

Syahrini hanya mengenakan atasa sebatas pangkal paha, sisanya dia seperti hanya mengenakan stoking yang menutup kulit kakinya tapi bentuknya terlihat jelas. "idih abis umroh itu paha nya di pejeng2 ..paha paha manjaaahh," tulis pemilik akun @adegeto.

Hal senada diunggapkan @usniati_nia. "18Ketat banget bawahannya engga pantas dilihatnya,"

"Fashionnya salah banget nih...kalo ga pake hijab ga mslh dengan bawahan seperti itu ... Tp ga pantes seorang muslim yang tau cara berpakaian berhijab masih memperlihatkan lekukan tubuhnya," tulis @devireksaiman.

"Astagfiruloh .... ketat amat melecehkan diri sendiri @princessyahrini," sahut @rere_kartika90.

Baru pertama x ini gak suka sm bajunya SYR. Biasanya ngliatan bagus2 mewah baru x ini ngrasa 'kenapa SYR begitu bajunya',"  @personalaulia menyayangkan. (pah)

Written by Oktober 18 2016 0

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (18/10/2016):  GUBERNUR Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memiliki keunggulan yang tidak dipunya calon gubernur DKI Jakarta lain. Keunggulan yang dimaksud adalah bukti nyata dari program kerja. Semua berjalan baik.

"Calon gubernur yang lain kan hanya punya program kerja. Sedangkan Ahok, program kerjanya sudah banyak yang terbukti berjalan. Jadi, we have to continue it, having a good government," kata Sophia Latjuba, juru bicara tim pemenangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Marunda, Jakarta Utara, Selasa (18/10).

Sophi mengakui, banyak orang menilai Ahok arogan. Namun, tidak dengan dirinya. Terbukti saat dirinya untuk pertama kali ikut kegiatan Ahok di Marunda. "Bisa dilihat sendiri orangnya arogan atau tidak. Buktinya kan tidak," ujarnya.

Sophia pun mengaku bangga ditunjuk menjadi juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot oleh Partai NasDem. "Karena ini menjadi tim sukses untuk gubernur yang sangat memajukan Jakarta. Jadi ini tugas yang cukup luar biasa untuk saya," ungkap selebritas senior itu.

Terkait kehadirannya di RPTRA itu, Sophie menyatakan sedang menyiapkan diri supaya tahu berbagai program nyata Ahok. "Ini persiapan saya saja. Saya pengen tahu program kerjanya apa saja yang nyata dan seperti apa," pungkas Sophia. (FAH)





Written by Oktober 06 2016 0

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (06/10/2016): KEPALA  Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian mengeluarkan surat telegram Nomor: ST/2343/X/2016 pada Rabu 5 Oktober 2016 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan Polri.

Salah satu yang mendapat pergantian jabatan adalah ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolda Banten menggantikan Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto, dengan digantinya Kombes Listyo Sigit dari penugasan pada Setmilpres, Polri sudah menyiapkan nama-nama yang akan menggantikannya.

"Sudah ada (calon), tapi ajudan tentunya tergantung hasil seleksi kantor Kepresidenan nanti kita (Polri) akan mengirimkan calon-calon terbaik," kata Agus Rianto melalui pesan singkat, Kamis (6/10/2016).

Untuk diketahui, Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo adalah lulusan akademi Kepolisian tahun 1991. Sebelum dua tahun menjadi ajudan Jokowi, Listyo sempat menjabat sebagai Wakapoltabes Semarang,

Lulusan Akpol 1991 beberapa kali memimpin daerah Jawa Tengah. Tercatat, Listyo Sigit  pernah menjadi Kapolres Pati. Setelah itu, Listyo Sigit  menduduki posisi Wakapoltabes Semarang, Asubdit II Dit Tipidum Bareskrim Polri, dan menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara pada tahun 2013. (IPA)

Written by Juli 28 2016 0

JAVANEWSONLINE.COM - Ini sebuah takzim sederhana kepada sebuah novel.  Ya, novel yang bertitel alegoris:  "Menari Bersama Kabut".

Dugaan saya, "Menari Bersama Kabut"  ini bakal mencuri perhatian penggemar sastra kontemporer.

Penulisnya pun bukan hanya penulis biasa yang hanya menulis, namun penulis yang melakoni menjadi kandungan isi.  Sehingga lebih kuat dan pilihan katanya bernyawa.

Saya tahu itu, tersebab Hadi Supeno menulisnya setakat masih menjabat Wakil Bupati Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah. Sampai saat ini pun masih menggawangi kantor Kabupaten Banjarnegara, yang es dawetnya terkenal sedap itu. Penyanyi legendaris pemilik suara khas dan lirik puitis Ebiet G.Ade berasal dari sana.

Menjadi pejabat dan penulis sekaligus bukan kerjaan biasa. Gumam saya: betapa kuat minat Hadi Supeno ikhwal merampungkan inci demi inci novel ini. Selain plot dan isinya, novel ini patut dibaca untuk menelisik rahasia  tenaga apa yang mengenapi semangatnya? Di tengah kesibukan akut baik formal dan informal menjadi pelayan masyarakat.

Dengan latar belakang sebagai guru, jurnalis dan aktifis, serta acap kali mementaskan seni wayang sebagai dalang, Mas Hadi berhasil  menyiasati "pedang" waktu untuk merampungkan novel yang menceritakan perjalanan menanjak tempat tinggi berkelok sehingga seperti lakon menari. Menari menemui rakyat di kawasan pengunungan di tanah tinggi.

Siapakah dan apakah defenisi Hadi Supeno sebagai pejabat daerah? Tidak. Saya tak akan tergoda menuliskan kiprahnya sebagai Wakil Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, yang yang menduduki posisi itu untuk jabatan kali kedua. Saya tidak akan berkampanye.

Ia orang yang sederhana dan murah senyum kepada siapa pun dia.  Pun demikian, Ia pembelajar yang sabar mendengar. Selain  kepiawaian menulis, semenjak awal beliau menceritakan plot novel itu di Cikini beberapa tahun silam, saya sudah mematrikan  percaya kiranya Hadi Supeno mulus menuntaskan sampai paragraf akhir novel "Menari Bersama Kabut".

Itu terbukti dan abadi. Koq? Menuliskan adalah menghidupkan keabadian, itu kutipan dari sastrawan beken Pramoedya Ananta Toer.

Mengapa saya menorehkan igauan ini? Sebab saya begitu suka semenjak judulnya. Selain dikerjakan sembari memimpin negeri Banjarnegara, itu terbilang istimewa bagi saya yang acap kekurangan waktu senggang untuk menukis puisi. 

Selebihnya, ingin mengapresiasi ketabahannya dalam berpendapat ikhwal menulis novel yang berlatar kerakyatan dari bagian tengah tanah Jawa.

Saya ingin pembaca memperoleh kesan itu dari esay ringan atas terbitnya novel "Menari Bersama Kabut" ini. 

Kalaupun ada alasan lain, karena kami dulu pernah se-ide dan seperjuangan dalam "lawyering" hak anak. Selaku Ketua KPAI, Hadi Supeno merasa cocok dan mengajak saya bahu membahu berjuang di Mahkamah Konstiusi (MK) menghapuskan pemenjaraan anak versi UU Pengadilan Anak.

Akhirnya MK mengabulkan sebagian. MK menerbitkan amar putusan yang menaikkan usia tanggungjawab pidana anak menjadi 12 tahun. Itu salah satu perkara di MK yang menerbitkan pengalaman berwarna saya sebagai advokat.

Dan, Hadi Supeno juga bergiat bersama saya melakoni takdir sosial ikhwal penanggulangan bahaya rokok yang adiktif dan karsinogenik namun agresif menyasar anak-anak muda belia.

Kembali ke soal "Menari Bersama Kabut". Pekan lalu, saya dikabarkannya bahwa novel yang renyah gurih itu sudah diterbitkan Balai Pustaka, penerbit  BUMN yang tentu reputasinya bukan penerbit biasa.

Melalui novel itu, Mas Hadi melukiskan kegirangan hati "menari" menembus malam, menanjaki tanah dan jalan mendaki menemui perasaan-perasaan sederhana milik rakyat sederhana, malah bersahaja, sampai ke puncak-puncak nan berkabut.

Walau saya tak pernah punya kesempatan ke sana, saya percaya untuk tiba ke sana tak cukup sekadar dengan semangat dan tenaga sederhana. Lantas? Mungkin karena Mas Hadi juga pelaku seni wayang berpredikat sebagai dalang,  memancutkan tenaga  berlimpah ruah, karena enzim endorphin dari hati riang, yang menyumbangkan tenaga jumbo menelusuri jalan-jalan berkabut yang meliuk itu, seperti lakon menari.

Novel dengan setting kawasan tengah Jawa Tengah  ini elok dibincang sembari  mereguk setangkup kopi, mengapresiasi bagaimana mengelola aspirasi otentik dari rakyat desa yang bersahaja dan bagaimana menjemput elektabilitas aseli melalui pangung-pangung seni.

Dalam batin saya bertutur, bincang atas novel ini semakin berwarna tatkala menyertakan pula komentar dan mendengar horison  Emil Aulia. Karena dia yang menulis novel ikhwal serupa yang bertitel "Berjuta-juta Dari Deli",  dengan setting sejarah rekrutmen pekerja asal tanah Jawa untuk pembuatan kebun-kebun tembakau di tanah Deli sana. Tanah bertuah, yang pohon tembakaunya berdaun "emas".

Saya pernah mendengarkan langsung agenda Mas Hadi Supeno menerbitkan novel ke dua dan ketiga. Sepenggal harap dikirimkan agar novel kedua miliknya bertitel "Mata Malam" segera rampung.

Terawangan saya, "Mata Malam" bakal makin asyik  dengan gaya bahasa alegoris menceriterakan lika liku sepasang indra berbola yang melihat tak cuma dengan cahaya, namun dengan perkakas hatinya. Seperti pernah dibocorkan penulisnya.

"Mata Malam" yang menjadi abadi tersebab dituliskan itu,  akan dibaca dengan bola mata yang menari. Mata yang tersenyum.

Terus menulis mas! Pesanku, jangan lupa bahagia, dengan menulis terus. Seperti kukutip dari pesanmu.[MUHAMMAD JONI, Advokat]

Written by Juli 28 2016 0

JAVANEWSONLINE.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati diharapkan mampu mengambil kebijakan optimalisasi sumber pendapatan negara sehingga tidak bergantung pada pendapatan pajak.

Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (28/7/2016) menjelaskan masuknya Sri Mulyani dalam kabinet diharapkan mampu menggali sumber-sumber baru penerimaan negara selain pajak. Ini ujian bagi Sri Mulyani dalam mengelola kebijakan fiskal agar pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja baru mencapai targetnya.

"Dengan masuknya Sri Mulyani dengan segala kapasitas dan jaringannya, semoga bisa meningkatkan keprcayaan publik, terutama dunia usaha. Dalam jangka pendek pekerjaan rumah yang dibereskan adalah suksesnya UU Tax Amnesty untuk menggerakkan program-program prioritas seperti pembangunan infrastruktur," katanya.

Sementara dalam jangka panjang, sambung Heri, perlu ada reformasi arsitektur keuangan nasional yang kuat untuk merespon tantangan kelesuan ekonomi yang sedang dihadapi. Ditambahkan politisi Gerindra ini, soal defisit APBN yang makin melebar, dibutuhkan sosok menteri yang tidak saja mengerti persoalan teknis, tapi juga leadership dan jaringan yang mumpuni.

"Kita akan lihat dalam beberapa waktu ke depan. Dalam waktu dekat, itu mestu tergambar dalam rancangan RAPBN 2017 yang akan datang," katanya,

"kita berharap seluruh kebijakan arsitektur keuangan nasional berjalan mulus. Dan itu butuh integritas yang kuat," kata Heri menambahkan.[Ant/Sim]

Halaman 1 dari 5