Wednesday, November 21, 2018

Iklan Banner Atas

Jokowi: Hoaks, Jutaan Tenaga Kerja Asia di Indonesia

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLIEN.COM, SELASA (30/10/2018): Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meluruskan isu 10 juta Tenaga Kerja Asing (TKA) China membanjiri Indonesia, isu itu tidak benar alias hoaks.

"Tenaga kerja asing dari China bekerja di Indonesia hanya 24.000. Jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di China justru lebih besar. Tenaga kerja Indonesia di Tiongkok malah 80.000 lebih. Di sini hanya 24.000, kita di sana 80.000. Di sana malah antek Indonesia kalau ngomongnya antek-antekan," kata Jokowi saat menghadiri Kongres ke-20 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Jokowi mengatakan, isu semacam ini harus ia luruskan berulang-ulang agar tak menjadi sesuatu yang dianggap sebagai kebenaran. Sebab, tak sedikit masyarakat yang mempercayai isu ini.

Kepala Negara pun menegaskan, pada dasarnya setiap negara memang menerima tenaga kerja asing dalam rangka memperbaiki sumber daya manusia yang ada di negaranya. Bahkan, negara-negara lain menerima TKA lebih banyak.

Uni Emirat Arab, misalnya, jumlah tenaga kerja asingnya mencapai 80 persen dari total jumlah penduduk. Arab saudi 33 persen, Brunei 32 persen, Singapura ada 24 persen, Malaysia 5 persen, dan Indonesia hanya 0,03 persen. "Satu persen saja tidak ada kok diramein. Jutaan darimana. Ngitungnya kapan. Tanya imigrasi sudah kelihatan," kata mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Disisi lain, Jokowi membeberkan fakta menarik tentang perempuan. Dia menyebut, ada empat keunggulan perempuan yang tidak dimiliki kaum pria. "Hasil beberapa riset, perempuan memiliki keunggulan dibandingkan laki-laki. Perempuan memiliki harapan hidup lebih tinggi," kata Jokowi disambut tepuk tangan.

Kedua, perempuan lebih kuat dalam menghadapi persaingan. Ini berdasarkan temuan Harvard Business Review. "Ini menurut Harvard Business Review, bukan menurut saya. Tapi menurut saya juga sama," sambungnya disambut tawa.

Ketiga, perempuan memiliki otak yang lebih aktif dalam merespons empati. Kali ini berdasarkan temuan World Economi Forum. Keempat, perempuan mempunyai kemampuan multitasking yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. "Jadi kalau diberikan tugas yang multi, itu perempuan lebih cepat. Ini menurut Public Library Science," sebut Capres Pilres 2019 urutan Nomer 1.

Jokowi mengakui hasil riset beberapa lembaga tersebut terkait keunggulan perempuan benar. Terbukti saat perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, perempuan berkontribusi besar dalam meraih medali emas. Saat itu, Indonesia meraih peringkat keempat dengan perolehan 31 medali emas. Dari total 31 medali emas, 12 di antaranya disumbangkan oleh atlet perempuan.

Selain pada Asian Games, keunggulan perempuan terlihat dalam Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Dari total 34 orang menteri Kabinet Kerja, delapan di antaranya perempuan. "Pemerintahan di bawah kepemimpinan saya, dulunya ada 9 (menteri) perempuan, kemudian mundur satu menjadi Gubernur Jawa Timur, sekarang masih ada 8. Biasanya di kabinet kita hanya 3/4 perempuan yang jadi menteri," jelas dia.

Kepala negara bicara mengenai karakter perempuan di kabinetnya, yang beragam. "Ada yang halus seperti Bu Yohanna Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) halus, juga Bu Nila Moeloek (Menteri Kesehatan). Tapi Ada yang galak, Bu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan). Ini paling galak," kata Jokowi disambut tawa.

Jokowi turut menunjukkan meme Susi terkait kebijakannya menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia. Para ibu yang hadir di acara itu pun langsung bertepuk tangan riuh. "Kenapa banyak perempuan di kabinet karena saya yakin kehebatan perempuan. Saya meyakini kehebatan perempuan. Saya juga meyakini ketelitian, ketangguhan, dan kesiapan dalam bekerja," kata presiden sambil berharap banyak terhadap organisasi perempuan, termasuk dari WKRI. (PAH)





Read 30 times