Wednesday, November 21, 2018

Iklan Banner Atas

Kapolres Minahasa Selatan Gencar Sosialisasi Bahaya Radikalisme

Rate this item
(0 votes)

MINAHASA SELATAN, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (24/10/2018): KAPOLRES Minahasa Selatan (Minsel), AKBP FX Winardi Prabowo kini gencar melakukan sosialisasi bahaya radikalisme yang menghantui generasi milenial. Mengingat, sikap radikal merusak tatanan kehidupan dan menghancurkan NKRI.

"Ini adalah suatu bentuk yang kita tunjukan. Juga bagian menolak radikal di NKRI. Sekaligus ungkapan sikap kami dalam menolak dan mengutuk radikalisme yang dapat merusak Minahasa Selatan," tegas AKBP Winardi pada acara Forum Group Diskusi yang membahas Radikalisme di Manahasa Selatan, Selasa (23/10).

Dilanjutkan, sikap menolak radikalisme bukan hanya dilakukan di tingkat Polres saja, namun juga dari TNI, pemerintah, kabupaten dan masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa di Minahasa Selatan. "Jadi kami gencar melakukan sosialisasi sekaligus kami turun ke lapangangan untuk mendatakan terkait aliran yang ada," paparnya.


Salah satu hal, lanjut Kapolres, dalam menumbuhkan supaya ada kesadaran diawali dari lingkungan sekolah dulu. "Kita juga kerjasama dengan Dinas Pendidikan mulai dari SD hingga sarjana kita bersama-sama memasukkan terkait bahaya paham radikal. Sehingga tumbuh kesadaran dan tidak bergaul apalagi mendekati dengan paham radikal. Karena ini bahaya bisa merusak persatuan dan kesatuan," jelasnya

Selain itu, bahaya radikalisme sudah dimasukkan kedalam pelajaran si sekolah-sekolah wilayah Minahasa Selatan, yang diharapkan bisa berkembang di daerah lain wilayah Indonesia.
"Saya bersyukur hingga saat ini wilayah Minahasa belum ada yang terpapar faham radikal. Kalo ada ya kita tindak. Tapi sampai sekarang belum kita temukan. Jadi 100 persen bersih," ungkapnya serius.

Disisi lain, AKBP Winardi, juga menolak mempolisitasi agama untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. "Lebih penting adalah bagaimana bisa menyadarkan masyarakat kita semua untuk berani menolak terhadap upaya-upaya mempolitisasi agama untuk kepentingan pribadi, golongan," sarannya.

Kapolres menilai saat ini masyarakat sudah capek, bosan melihat pemberitaan media massa maupun media sosial tentang elit yang mempolitisir agama. "Ini yang sering kali terjadi perbedaan makna, perbedaan arti. Yang tadinya cuplikan dari ayat-ayat kitab suci itu jadi suatu makna yang luar biasa," katanya.

Padahal Tuhan menurunkan suatu agama ke dunia ini bukan untuk memusnahkan manusia, tetapi menyelamatkan umat manusia. Tidak ada satu pun ajaran suatu agama yang ingin memusnahkan manusia. Ini yang paling penting dipahami. "Tapi dikarenakan kepentingan politik, kita sering kali ditungganggi, menggunakan kaidah-kaidah agama, yang ini yang sering kali membingungkan masyarakat," ucapnya.

Apalagi kini semakin marak dengan berita bohong atau hoax yang cepat menyebar di media sosial. Karena itu Polres Minsel tidak segan-segan menindak jika terjadi hal itu. Hal ini sesuai koridor hukum sebagaimana telah diatur Undang-Undang (UU) ITE jika melalui media elektronik dan Surat Edaran Kapolri Nomor SE/06/X/2015 tentang penanganan ujaran kebencian

"Kita semua sudah melihat penangkapan para penyebar hoaks, yang sebarkan demi kepentingan politik dibungkus agama. Sehingga menyebabkan terjadinya perpecahan terhadap keutuhan negara, persatuan dan kesatuan kita," ujarnya.

Memang, sambung Kapolres, untuk menanggulangi ini bukan hanya dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi bagaimana semua pihak menyadarkan seluruh masyarakat untuk menolak terhadap upaya-upaya mempolitisasi agama untuk kepentingan-kepentingan pribadi, golongan.

"Karena sasaran mereka adalah kepada masyarkat, kepada kita semua untuk memberikan kebingungan, mengeluarkan sesuatu yang menyesatkan yang tujuannya menggerakan kita untuk melakukan hal-hal di luar ketentuan yang ada untuk keperluan politik mereka," tegasnya serius.

Dilanjutkan, jika seluruh elemen bangsa ini mempunyai benteng, upaya yang dilakukan oknum elit-elit yang tidak bertanggungjawab itu tidak akan menghasilkan apapun dan pasti sia-sia. "Jadi intinya bagaimana kita memberikan kesadaran buat diri kita semua supaya kita tidak terpengaruh dalam pusaran kepentingan politik yang mengatasnamakan agama. Ini perlu kaji bersama dengan cara melakukan kegiatan positih dan kontra radikalisasi," pesan Kapolres Minahasa Selatan. (IPE)

Read 16 times