Iklan Banner Atas

Kapolda Metro Jaya: Waspadai 22 Titik Rawan Jalur Jakarta - Karawang

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (07/06/2017): POLDA Metro Jaya, melakukan pemantauan pos check point atau pos pelayanan dan pengamanan di jalur mudik mulai dari Kalimalang, Bekasi Kota, Bekasi Kabupaten hingga perbatasan Karawang, Jawa Barat, hari ini.

Berdasarkan pemantauan, sangat banyak titik rawan kemacetan di kawasan Kalimalang. Hal itu, disebabkan masih berlangsungnya proyek pembangunan Jalan Layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Kondisi jalan yang buruk, banyaknya titik persimpangan jalan, termasuk tingginya volume kendaraan menyebabkan kemacetan tak terhindarkan di daerah itu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan, ada sekitar 22 titik rawan kemacetan dan kecelakaan di sepanjang jalur Pantura dari Kampung Melayu hingga Kedung Waringin.

"Itu ada rawan macet, rawan kecelakaan, hal-hal yang harus diwaspadai oleh pengendara motor. Harus hati-hati di sana, seperti tadi ada jembatan, terus ada penyempitan jalan, ada penyeberangan di sana, itu yang menjadi spot-spot kerawanan," ujar Iriawan, saat memantau jalur mudik di Cikarang, Bekasi Kabupaten, Selasa (6/6).

Dikatakannya, salah satu titik paling parah adalah di kawasan Kalimalang, karena sedang ada pembangunan jalan layang. "Salah satunya itu. Makanya tadi di Kalimalang kan cukup crowded tuh. Kita akan lakukan penjagaan di setiap tempat crowded minimal dua anggota di sana. Tentunya ada patroli mobile juga baik motor maupun mobil, sehingga kita melayani mereka yang mudik dari jalur Barat ke Timur ya," ungkapnya.

Ia menuturkan, ada tiga pos check poin di wilayah Bekasi Kota dan Bekasi Kabupaten. Seperti di Lagoon Apartemen, Tambun Business Park dan Kedung Waringin. Setiap pos check point dilengkapi sarana toilet, pelayanan kesehatan, bengkel, pijat refleksi, termasuk ratusan bus untuk mengangkut penumpang sepeda motor yang melebihi kapasitas.

"Pertama ada cek kesehatan, kedua bengkel, ketiga disiapkan makanan kecil dan minuman bagi yang tidak puasa, keempat bus untuk menyiapkan apabila yang menggunakan motor melebihi kapasitas penumpang. Kalau motor satu dinaikan empat orang kan tidak mungkin, nanti akan jadi hambatan atau kecelakaan. Kemudian barang-barangnya yang melebihi kapasitas akan ditertibkan," jelasnya.

Pos Check Point ketiga atau terakhir berada di PT Indo Beras Unggul Kedung Waringin, berbatasan dengan Karawang, Jawa Barat. "Ini menjelang perbatasan wilayah Polda Metro dengan Polda Jawa Barat. Ini cukup besar, kita akan berikan fasilitas seperti di check point pertama dan kedua. Seperti peralatan kesehatan, dokter, kemudian bengkel, refleksi, dan mungkin makanan-minuman ala kadarnya, karena mungkin ada juga yang tidak puasa, dan toilet," ucapnya.

"Kita akan koordinasi juga dengan wilayah hukum Polda Jawa Barat, karena kita akan melepas banyak dari sini, dan biasanya pos atau check point ketiga banyak yang berhenti di sini untuk melepas lelah," tambah Iriawan.

Rencananya, Iriawan dan jajaran akan melakukan pengecekan jalur jalan tol untuk kendaraan roda empat, Kamis (8/6) besok. Ada tiga pos check point juga di jalan tol untuk istirahat pengendara, mengecek kendaraan dan isi bahan bakar.

Menyoal bagaimana dengan jalur mudik yang menuju ke Banten dan Sumatera, Iriawan mengungkapkan, jalur di sana relatif lebih landai.
"Jalur ke arah Sumatera minggu depan akan saya cek. Di sana relatif lebih landai dari pada jalur ke Jawa. Karena memang lebih banyak tujuan pemudik adalah ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Kita lakukan nanti dialur-alur mengarah ke Tangerang-Banten. Ada posko juga di sana. Nanti kita lihat check point di sana, melihat pos-pos di sana, termasuk berkoordinasi dengan wilayah Banten," tandasnya.

Inilah Lokasi Pos Pemantau (check point/CP) jalur reguler: CP 1: Lagoon Apartment, Jln Chairil Anwar, Bekasi Timur, CP 2: Business Park Tambun dan PT Indo Beras Unggul, Kedung Waringin, Cikarang

22 Trouble Spot : Jalur Pantura Bekasi - Karawang antara lain PRT Indoporlen, Pasar Tambun, PRT Pengairan, PRT SKU, Pasar Induk Cibitung, TL Perdana, RS Medika, WR Bongkok, Perum Telaga Sakinah, Terminal Kalijaya, SGC, Pasar Lemah Abang dan Perbatasan Bekasi Karawang

Jalur Kalimalang :  Toyogiri, TL Legenda, PRT Pengairan, Perempatan Cibuntu, TL Gandasuka, Perempatan WR Bongkok, PT 9 Jababeka (1)
dan PT 9 Jababeka (2)

Jalur Tol seperti Penyempitan jalan di Cikunir sampai kilometer 18 akibat proyek LRT.

Ke-22 titik tersebut tersebar di tiga jalur mudik yang kerap digunakan untuk mudik keluar dari Jakarta mengarah ke wilayah timur pulau Jawa dengan pemetaan: 13 titik terdapat di sepanjang jalur mudik non-tol dari Kampung Melayu-Jakarta Timur-Kedung Waringin-Cikarang Timur-Kabupaten Bekasi, 8 titik muncul di jalur Kalimalang, dan satu titik lainnya ada di jalan tol.

Penyebab munculnya titik-titik bermasalah ini antara lain pembangunan Tol Becakayu (Bekasi - Cawang - Kampung Melayu) yang masih belum selesai, penyempitan jalur dari Cikunir hingga kilometer 18 akibat pembangunan proyek LRT, keberadaan penyeberangan dan jembatan serta faktor-faktor lainnya. (IPE)





Read 73 times