Iklan Banner Atas

Edarkan Ganja 90 Kg, Kopral Dihukum Seumur Hidup

Rate this item
(0 votes)

TANGERANG, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (11/09/2019) –  M Imam Fadillah alias Kopral, pengedar ganja seberat 90 Kilogram divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (10/04/2019). Hukuman itu lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang mengajukan pidana mati.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan mengedarkan ganja seberat 90 kilogram, dan hukuman seumur hidup sesuai dengan perbuatan terdakwa mengedarkan narkoba jenis ganja yang bisa merusak kejiwaan generasi muda," papar hakim ketua I Ketut Sudira  dengan Anggota Didit dan Mahmuriyadin, dalam amar putusannya.

Hakim menilai perbuatan terdakwa mengedarkan narkoba jenis ganja dengan pidana Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang dengan menuntut pidana mati terhadap terdakwa Muhamad Imam Fadillah alias Kopral bin Muhamad Yasin yang telah mengedarkan narkotika golongan I jenis ganja seberat 90 kg,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri dalam keterangannya.

Dengan adanya putusan hakim PN Tangerang, jaksa penuntut umum pada Kejari Kota Tangerang, sambung Mukri, menyatakan pikir-pikir.

Mukri menerangkan, sebelumnya pada persidangan lanjutan dengan agenda pembacaan Surat Tuntutan (Requisitoir), JPU Kejari Tangerang menuntut pidana mati terdakwa Muhamad Imam Fadillah Alias Kopral Bin Muhamad Yasin karena menjadi pengedar Narkotika Golongan I jenis Ganja seberat 90 Kg.

Mukri menjelaskan, berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

“Dan, terhadap diri terdakwa tidak terdapat alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat menghapus sifat melawan hukum serta kesalahan terdakwa,” ujar Mukri.

Sedangkan ketika memberikan kesempatan bagi terdakwa dan penasehat hukumnya untuk memberikan pembelaannya (pleidoi), majelis hakim kemudian menunda sidang pada Rabu, 27 Maret 2019 lalu.

Terkait tuntutan pidana mati pengedar ganja seberat 90 Kg oleh JPU Kejari Kota Tangerang tersebut, Mukri mengatakan bahwa tuntutan mati itu merupakan bukti keseriusan Aparat Penegak Hukum (APH). “Khususnya institusi Kejaksaan dalam memerangi jaringan pengedar narkotika,” ucapnya (PAH)

Read 5 times