Iklan Banner Atas

Bareskrim Sita 20 Kg Sabu, BNN 5,1 Kg Sabu

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, JUMAT (28/09/2018): DIREKTORAT Narkoba Bareskrim berhasil menyita 20 kg sabu dari sindikat narkotika di Tanjung Balai Asahan, Medan, Sumatera Utara. Sabu senilai sekitar Rp 50 miliar di pasaran Jakarta itu disita pada Senin (24/9) di Jl. DI. Panjaitan Gang Mesjid Alhuda, Asahan oleh tim Bareskrim dan tim Bea Cukai.

“Pelaku bernama Mardhani asal Medan Helvetia dan Marzuki. Sabu sebanyak 20 kg itu dalam 20 bungkus besar berat dalam tiga jeriken,” kata Dir Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Danianto, Jumat (28/9).

Menurut jenderal bintang satu ini, pengungkapan ini setelah penyidik mendapat informasi adanya peredaran narkoba di Asahan dengan cara penyelundupan menggunakan perahu nelayan dari Portlang Malaysia.

“Selanjutnya tim melakukan penyelidikan. Tim melakukan pengadangan di laut dan dermaga sungai di Tanjung Balai Asahan. Saat itu berhasil ditangkap Mardhani dan kemudian Marzuki,” pungkasnya.

Sementara Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap JS alias Ahok lantaran diduga menyelundupkan narkoba. Ahok ditangkap saat membawa tiga unit dispenser berisi lima bungkus sabu dengan berat total 5,1 kilogram.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, penangkapan Ahok dilakukan di Jalan Gunung Krakatau, Medan, Sumatera Utara pada Rabu 19 September 2018 lalu. "Dari penangkapan Ahok, Tim BNN melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan tersangka lainnya berinisial JF," ujar Heru, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Ia menambahkan, jaringan Ahok mengelabui petugas dengan memasukkan tepung terigu ke dalam dispenser. Sehingga keberadaan sabu tersamarkan. "Lalu mereka sisipkan dengan lima bungkus teh hijau berisi sabu untuk mengelabui petugas," katanya.

 Atas perbuatannya para tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 123 ayat (1) Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman mati atau penjara seumur hidup. (PEH)






Read 64 times