Thursday, February 21, 2019

Iklan Banner Atas
Ifah

Ifah


SURABAYA, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (19/02/2019): Ahmad Dhani kembali mengeluh soal kondisinya setelah sekitar seminggu berada di Rutan Medaeng Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Saat ditemui Sandiaga Uno dan Priyo Budi Santoso, pentolan band Dewa sambat tak bisa tidur dengan nyaman.

"Cerita Mas Dhani, dia enggak bisa tidur dengan nyaman. Tadi malah cerita saban hari dengar batuk-batuklah. Yang batuk-batuk begini di ruangan sempit dan sesak seperti itu," kata Priyo seperti dikutip wowkeren.com, Senin (18/02/2019)

"Bayangkan ya orang batuk, ada orang buang gas (kentut) dan seterusnya. Dari segi sangat-sangat tidak sehat dan tidak manusiawi." sambungnya.

Dilanjutkan, yang perlu kita soroti adalah over capacity. Ibarat kapal, kapal yang hanya bisa mengirim 100 penumpang sekarang di isi lebih dari 500 penumpang," sambung Sandiaga.

"Berarti ini akan mengakibatkan kapal ini kecelakaan, karam mungkin berakibat banyak sekali masyarakat yang akan kehilangan sanak saudaranya karena keadaan di dalam lapas sendiri sangat memprihatinkan." tandasnya.

Netter malah menertawakan nasib Dhani yang apes harus dikentutin oleh napi lainnya. Netter meminta Dhani berhenti mengeluh dan menerima hukumannya.

"Sudahlah ferguso terima saja hukuman mu itu....ntar juga selesai," kata netter. "Namany penjara ga bisa kmana mana ya kentut di situ jg, lah si dani jg kan kentut disitu, sama sama kentut ko komplain," ujar netter lainnya.

Netter lainnya komen: Memang agak lucu kalau Dhani bilang, apa yang didapatkan di penjara itu tidak sehat dan tak manusiawi. Lalu apa bedanya dengan yang selama ini dia lakukan, mengata-ngatai yang tidak pada tempatnya, bahkan pernah juga menyebut akan meludahi penista agama?

Penjara memang bukan tempat enak, tapi karena sudah ada di sana, belajarlah untuk menerima. Saya percaya benar pada pepatah, kamu menuai sesuai yang kamu tabur.

tak heran, jika komentar warganet pun sadis-sadis. Mereka bilang, masih mending dikentuti daripada disodomi:

@rizalhardian; Kasian deh lu.

@sacimesaci; Sepadanlah sama mulutmu kan sembarangan aja ya org juga kentutin kau sembarangan.

@my_queenshanum; Masih mending mukamu ga diludahin.

@lie_3071; Baru kentut lo protes tak!!! Bagus gak disodomi.

@ina_haegun; masih mending dikentuti daripada disodomi.


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (19/02/2019): Polda Metro Jaya memusnahkan dengan cara membakar barang bukti narkoba jenis sabu, ekstasi, dan ganja yang didapat dari hasil pengungkapan jaringan narkotika internasional sejak September 2018 hingga Februari 2019. Ada 15 tersangka yang ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba.

Mereka ditangkap di 3 tempat berbeda: tujuh orang di kawasan Tambora, Jakarta Barat, empat di Menteng, Jakarta Pusat, dan 4 lainnya di Pekanbaru, Riau. "Ada 127 kilogram sabu, 92.000 butir ekstasi, dan 325 gram ganja. Kasusnya ada dua yaitu kasus awal jaringan Malaysia dan ada juga kasus Malaysia-Palembang-Jakarta," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Senin (18/2)

Dilanjutkan, barang bukti tersebut merupakan pengungkapan dari tiga kasus. Yakni, pengungkapan kasus narkotika jenis sabu 70,733 kilogram dan 49.238 butir ekstasi, yang berhasil diungkap di Apartemen Season city Tower C Lt.16 kamar. Kasus kedua, pengungkapan kasus narkotika jenis sabu 50 kilogram dan 43.000 butir ekstasi jaringan, di depan ruko Hr. Soebrantas , Jl. Soebrantas.

"Dan yang ketiga, pengungkapan kasus Narkotika Jenis Sabu 2.362,84 Gram, dengan lokasi kejadian di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Dari tiga kasus itu kita berhasil amankan sebanyak 15 orang tersangka," ujarnya.

Lanjutnya, dari pengungkapan ini para pelaku merupakan jaringan internasional. "Barang bukti yang berhasil diamankan berasal dari jaringan Internasional Malaysia, Palembang, Jakarta dan Pekanbaru," kata Gatot.

 Semua barang bukti narkoba itu dimusnahkan menggunakan mesin incinerator. Tantangan terbesar dalam pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional adalah peredaran melalui terpidana yang berada di lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Kalau kita lihat di lapas, kasus narkoba berkontribusi besar. Ini masalah kita semua. Saya kira banyak hal yang harus kita lakukan untuk meminimalkan kasus narkoba itu," ujar Gatot.

Gatot memastikan, polisi akan mengungkap kasus jaringan narkoba internasional yang sering masuk ke Indonesia. "Polri dalam hal ini tetap akan mengedepankan langkah pencegahan. Kita akan mengejar terus jaringan ini," ujar Gatot.

Sebelum dilakukan pemusnahan, barang bukti sabu, ekstasi dan ganja di cek ke asliannya. Dari hasil pengecekan puslabfor diketahui bahwa sabu, ekstasi dan ganja merupakan narkotika asli. Setelah dinyatakan keaslian narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja dimusnahkan memakai alat incinerator.

“Pemusnahan dilakukan, setelah kita memiliki surat putusan tetap atau inkrah dari pengadilan. Alat incinerator yang kita gunakan merupakan pinjam pakai dari Badan Nasional Nakotika (BNN),” tambah Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. 0 IPH)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (19/02/2019):KRI Jajaran Koarmada I menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing yang sedang melaksanakan lego jangkar tanpa ijin di wilayah teritorial Indonesia. Kapal dari berbagai negara tersebut ditangkap saat berlabuh di perairan Tanjung Berakit Bintan Kepulauan Riau. Hal tersebut melanggar Pasal 194 (3) UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

”Semua kapal asing yang menggunakan Alur Laut Kepulauan Indonesia dalam pelayarannya tidak boleh menyimpang kecuali dalam keadaan darurat. Diduga kapal-kapal tersebut memanfaatkan perairan teritorial Indonesia yang jauh dari pengawasan aparat pelabuhan untuk melakukan kegiatan ilegal seperti ship to ship transfer, ilegal oil maupun pembuangan limbah," demikian keterangan resmi Koarmada I, Selasa (19/02/2019).

Selain itu, mereka juga menghindari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kedelapan Kapal-kapal tersebut ditangkap oleh Unsur KRI Jajaran Koarmada I yang sedang melaksanakan patroli sektor di wilayah Perairan Tanjung Berakit Bintan Kepri.

Pertama adalah KRI Pulau Rusa-726 Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada I yang berhasil menangkap Kapal MT. Archangelos Gabriel, Tonage 40.682 GT, Bendera Yunani yang sedang lego jangkar di Perairan Tanjung Berakit pada Jumat (8/2).

Selanjutnya, KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Korvet (Satkor) Koarmada I menangkap Kapal MT. Agros, Tonage 25.202 GT, Bendera Bahama yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa ijin, Jumat (8/2).

KRI Alamang-644 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I juga berhasil menangkap Kapal MV. Wen De, Tonage 44.543 GT, Bendera Hongkong, Muatan Batubara 79.150 Ton yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa ijin dan tidak mengibarkan bendera kebangsaan, Jumat (8/2).

KRI Siwar-646 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I menangkap Kapal MT. Petrolimex 06, Tonage 22.735 GT, Bendera Vietnam yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa ijin, Jumat (8/2).

Sementara itu, KRI Bung Tomo-357 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I menangkap tiga Kapal Asing yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa ijin, pada hari Sabtu (9/2). Ketiga kapal tersebut yakni Kapal SG. Pegasus, Tonage 8,195.00 GT, Bendera Panama Kapal MCP. Bilbao, Tonage 5.316, Bendera Singapore dan Kapal MT. Bliss, Tonage 2.990, Bendera Liberia.

Terakhir adalah KRI Barakuda-633 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I menangkap Kapal MT. Afra Oak, Tonage 57.567 GT, Bendera Liberia dengan muatan 93.727,756 MT Crude Oil uang sedang lego jangkar tanpa ijin di Perairan Tanjung Berkait pada hari Selasa (12/2).

Koarmada I juga menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam yang masih melakukan pencurian ikan (Ilegal Fishing) di Laut Natuna Utara. Kali ini KRI Bung Tomo-357 Unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam yang diduga melaksakan kegiatan di dalam Landas Kontinen Indonesia tanpa dilengkapi dokumen.

Penangkapan berawal saat KRI Bung Tomo-357 melaksanakan patroli sektor di wilayah Perairan Indonesia mendapatkan kontak kapal yang dicurigai melakukan kegiatan pelanggaran di dalam wilayah Landas Kontinen Indonesia di Perairan Laut Natuna Utara.

Menindaklanjuti hal tersebut, dengan sigap KRI Bung Tomo-357 melakukan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyeleidikan (Jarkaplid) dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap muatan, personel dan dokumen kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal BT 99506 TS, Tonage 99 GT berbendara Vietnam, Nahkoda Hanghuu, Jumlah ABK 4 orang (termasuk Nakhoda), Muatan Solar 1/3 Palka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Kapal BT 99506 TS melakukan pelanggaran karena diduga melaksanakan kegiatan di dalam wilayah Landas Kontinen Indonesia tanpa dilengkapi dokumen.

Dari dugaan pelanggaran tersebut, maka Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Amrin R.H., memerintahkan agar Kapal BT 99506 TS dibawa ke Lanal Batam untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. (PEH)


SEMARANG, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (19/02/2019): Pemeriksaan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif yang sedianya diperiksa sebagai tersangka di Polda Jateng Senin (18/2/2019) hari ini pukul 10.00 WIB kembali batal. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu kembali meminta penjadwalan ulang setelah sebelumnya juga tidak hadir.

“Melalui pengacaranya, dia minta diundur lagi pemeriksaannya karena mungkin masih ada alasan kegiatan. Nanti kita konfirmasi lagi kapan kesediaan saudara SM untuk memenuhi panggilan penyidik Polresta Surakarta (di Polda Jateng),” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Polisi, kata Dedi, berdasar KUHAP akan memberi kesempatan tersangka sampai tiga kali. Namun kalau tiga kali tidak hadir, penyidik mempunyai kewenangan melakukan penjemputan paksa.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif meminta Kepolisian Daerah Jawa Tengah menunda jadwal pemeriksaan dirinya. Tersangka kasus dugaan pelanggaran kampanye itu mengaku sedang sakit. "Klien kami sebenarnya sudah berada di Semarang sejak kemarin," kata pengacara tersangka, Ahmad Michdan

Menurut Michdan, kesehatan Slamet menurun sejak tadi malam. "Agak flu dan tekanan darahnya tinggi." Slamet lantas meminta penyidik untuk menjadwal ulang pemeriksaannya. Tadi saya akhirnya ke Polda Jateng sendirian," kata Michdan.

Selain meminta penjadwalan ulang, juga menyerahkan surat keterangan sakit dari dokter. "Mungkin penyidik bisa memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu." sambungnya.

Slamet diduga melanggar aturan kampanye pada acara tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari 2019. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta menyimpulkan adanya indikasi pidana pemilu sehingga melimpahkan kasus itu ke kepolisian.

Semula, pemeriksaan Slamet Maarif sebagai tersangka akan dilakukan di posko Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Polresta Surakarta. Hanya saja, mereka berinisiatif untuk memindah lokasi pemeriksaan di Polda Jawa Tengah di Semarang dengan alasan keamanan.

 Slamet disangka melakukan tindak pidana pemilu karena melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, KPU provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1).

Kampanye yang berbuntut masalah itu adalah ceramahnya di acara tablig akbar 212 Solo Raya. Dalam acara yang berlangsung pada 13 Januari 2019 di Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo itu tim kampanye Joko Widodo-Maruf Amin setempat kemudian melaporkan Slamet ke Bawaslu Solo. Mereka menilai Slamet telah mengucapkan hal-hal bermuatan kampanye untuk pasangan kompetitor capres nomor 01.

Bawaslu lantas memproses laporan dengan memeriksa saksi. Bawaslu kemudian menyimpulkan bahwa kasus Slamet tergolong dalam ranah pidana pemilu yang kemudian dilimpahkan ke Polres Surakarta. (PAH)




TANGERANG, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (19/02/2019): Presiden Joko Widodo menyebut akibat konflik lahan dan sengketa tanah itu menyeramkan bahkan ada yang sampai membawa golok untuk mempertahankan kepemilikan lahannya karena itulah pemerintahannya fokus pada program sertifikat tanah untuk rakyat.

"Kalau sudah sengketa tanah itu, tarung. Ada yang bawa golok, udah serem yang namanya sengketa tanah itu," kata Presiden Joko Widodo dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Lapangan Maulana Yudha Tigaraksa, Tangerang, Banten, Senin (18/2).

Ia mengatakan, dengan kepemilikan sertifikat maka masyarakat bisa merasa tenang dan tenteram serta terbebas dari kemungkinan sengketa tanah. Itulah menurut Presiden fungsi dari kepemilikan sertifikat tanah.

"Punya tanah tapi enggak punya sertifikat, jadinya apa, ya sengketa. Kalau ini jelas, inilah fungsinya sertifikat. Jadi sekarang bapak ibu sudah tenang karena sudah pegang sertifikat," katanya.

Ia mengatakan, program sertifikat tanah untuk rakyat dipercepat selama masa pemerintahannya karena ia selalu mendapati begitu banyaknya konflik dan sengketa lahan. "Kenapa sertifikat ini dipercepat, dipermudah, digampangkan karena setiap saya ke daerah yang saya dengar sengketa tanah, konflik lahan dimana-mana," katanya, dikutip Antara Selasa (19/02).

Ia menekankan pentingnya kepemilikan sertifikat bagi rakyat sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki.

Pada kesempatan itu, Presiden menyerahkan 5.000 sertifikat tanah kepada masyarakat di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Sebelum menyerahkan sertifikat, ia menyempatkan untuk menyapa masyarakat yang sudah lama menunggunya, bersalaman dan beberapa di antaranya mendapatkan kesempatan berfoto bersama.

Presiden didampingi Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar. (MUS)


AURORA, JAVANEWSONLINE.COM, AHAD (17/02/2019): Amerika Serikat kembali diguncang insiden penembakan massal yang memakan korban tewas. Dalam peristiwa yang terjadi Jumat (15/2/2019) di kawasan perindustrian di Aurora, Illinois, seorang pria bernama Gary Martin melepaskan tembakan yang menewaskan lima orang.

Usai mendalami kasus ini, polisi menemukan petunjuk bahwa Martin menembak lima rekan kerjanya usai dipecat dari pabrik tempatnya bekerja, Henry Pratt Company.

Diwartakan USA Today, sebelum beraksi, Martin pergi ke toko Circle K setempat untuk membeli beberapa rokok. Menurut pegawai toko, dia tampak baik-baik saja. "Dia datang hampir setiap hari dan membeli dua atau tiga rokok Black & Mild," kata pegawai Circle K, Ricardo Moreno.

Menurut dia, Martin merupakan pelanggan yang ceria dan termasuk dekat dengannya. Martin kerap mengobrol tentang kehidupan dan pekerjaan. Moreno  bahkankerap bercanda tentang kebiasaan merokok pria berusia 45 tahun tersebut.

Beberapa jam setelah meninggalkan Circle K, Martin pergi ke tempat kerjanya dan menembak rekan kerjanya. Martin merupakan karyawan perusahaan tersebut selama 15 tahun. "Informasi yang kami terima mengindikasikan, dia diberhentikan hari ini," kata Kepala Kepolisian Aurora, Kristen Ziman, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Ziman tidak menjelaskan lebih lanjut tentang alasan pelaku dipecat, apakah itu masuk dalam kategori pembunuhan yang direncanakan, atau apakah korban terkait dengan pemecatannya.

Lima karyawan yang tewas berada di dalam gedung, diduga terbunuh sebelum polisi datang ke lokasi kejadian. Sementara, seorang karyawan lainnya terluka. Saat menerima panggilan darurat, polisi segera memasuki gedung yang luasnya sekitar setengan ukuran lapangan sepak bola.

Tiga petugas kena tembak, namun tidak dalam kondisi kritis. Sekitar 90 menit, petugas menemukan seorang pria bersenjata melepaskan tembakan lagi. Pelaku pun ditembak mati oleh tim SWAT. Para karyawan mengunci diri di bangunan terdekat saat Martin mulai menembak.
"Yang saya lihat, seorang pria berlari di gang bawa pistol dengan laser. Kami ketakutan," kata seorang karyawan, John Probst.

Polisi mengidentifikasi senjata yang dipakai Martin adalah pistol Smith & Wesson kaliber 0,40 dengan penglihatan laser, yang dibeli pada 2014. (NNG)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, AHAD (17/02/2019): Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Twitternya @jokowi, menyebut, Kalimantan Timur segera memiliki jalan tol pertama di Kalimantan dengan selesainya jalan tol Balikpapan-Samarinda hingga 85,7 persen.

"Pulau Kalimantan akan punya jalan tol untuk pertama kalinya. Panjangnya 99,35 km, dari Balikpapan sampai Samarinda. Sampai awal bulan ini, konstruksinya sudah mencapai 85,7 persen," tulisnya, Sabtu (16/2/2019).

"Jalan tol ini memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke Samarinda, dari tiga (dua) jam jadi hanya satu jam," lanjut capres petahana dengan nomer urut 01 pada Pilpres 2019.

Seperti diunggah Antara, Pembangunan jalan tol itu menelan anggaran Rp9,9 triliun dari dana skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda yang mengerjakan Seksi 2, 3, dan 4 atau seluruhnya sepanjang 66,43 kilometer.

Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda dimulai pada 2010, di masa Gubernur Awang Faroek Ishak. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan pembangunannya bersamaan dengan sejumlah proyek infrastruktur lain, termasuk Pelabuhan Peti Kemas Kariangau.

Tahun 2012, pembangunan terhenti karena kesulitan pembiayaan dan meningkatnya harga lahan yang dibebaskan pemerintah. Baru November 2015, proyek ini dilanjutkan kembali. Maret 2016. Presiden Jokowi meninjau langsung proyek didampingi Gubernur Awang Faroek yang sekarang harus duduk di kursi roda karena kondisi kesehatannya yang menurun. "Konstruksi sudah selesai 7,6 km dan total investasi nantinya kurang lebih Rp13 triliun," jelas Jokowi saat itu.

Diakui, pembebasan lahan yang menjadi masalah di banyak proyek infrastruktur, tidak terkecuali di proyek tol Balikpapan-Samarinda. Ketika itu juga Presiden mengaku lega, sebab pembebasan lahan untuk proyek sudah mencapai 85 persen. "Jadi kurang sedikit, tapi kita ini bekerja sambil berkejar-kejaran. Pembebasan berkejar-kejaran dengan konstruksi," imbuhnya.

Sebelumnya dalam rilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pekan ini disebutkan selambatnya proyek ini akan selesai Agustus 2019. Dirincikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Seksi I Balikpapan-Samboja sepanjang 22,03 kilometer konstruksinya sudah mencapai progres sebesar 96,82 persen dan ditargetkan rampung pada April 2019.

Seksi II Samboja-Muara Jawa dengan panjang 30,98 kilometer dengan progres konstruksi sebesar 83,73 persen dan Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,50 kilometer progresnya sebesar 97,21 persen. Kedua seksi tersebut ditargetkan akan rampung pada Maret 2019.

Seksi IV Palaran-Samarinda dengan panjang 17,95 kilometer progresnya sudah mencapai 75,33 persen dengan target rampung Juli 2019. Terakhir Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer, progresnya mencapai 68 persen dengan target rampung Agustus 2019. Jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi biaya logistik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat lagi.

Saat ini kedua kota utama Kalimantan Timur itu dihubungkan Jalan Soekarno-Hatta sepanjang 110 km. Jalan yang dibangun tahun 70-an akhir itu juga dikenal dan disebut sebagai Russian Road oleh banyak ekspatriat migas di Balikpapan, karena dibangun kontraktor dari Rusia. (MUS)


BOGOR, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (16/02/2019): Tim Kobra Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) terus bergerak merazia lapas/rutan di Indonesia sebagai langkah serius pemberantasan narkoba. Kali ini, Tim Kobra berhasil mengamankan berbagai alat komunikasi saat melakukan razia di Lapas Kelas IIA Bogor (Lapas Bogor), Kamis, 14 Februari. Selain Tim Kobra, razia tersebut melibatkan seluruh regu pengamanan dan pejabat struktural Lapas Bogor.

“Kami tidak main-main dengan komitmen untuk memberantas narkoba di seluruh lapas/rutan. Tim Kobra bergerak sebagai wujud langkah progresif dan serius upaya pemberantasan narkoba di lapas/rutan,” tegas Direktur Keamanan dan Ketertiban, Lilik Sujandi melalui rilis, Sabtu (16/02/2019).

Sebanyak 25 unit handphone dan berbagai peralatan elektronik lainnya berhasil diamankan oleh petugas. Razia dilaksanakan secara menyeluruh di semua blok hunian termasuk blok wanita. Tidak hanya itu, penggeledahan badan juga dilakukan ke seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Bogor.

“Alat komunikasi yang dimiliki WBP menjadi kunci dari peredaran narkoba baik yang ada di dalam lapas/rutan maupun hanya mengendalikan peredaran di luar. Ini benar-benar harus diberantas. Tidak ada kompromi lagi baik untuk petugas apalagi WBP. Kami berbenah dan bertekad memberantas Halinar (Handphone, pungutan liar dan narkoba),” tambah lilik.

Sementara itu, Kepala Lapas Bogor, Teguh Wibowo, menerangkan bahwa petugas Lapas Bogor telah melakukan usaha maksimal untuk menghindari masuknya barang-barang terlarang bagi WBP. Teguh juga menegaskan jajarannya untuk melaksanakan tugas sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

“Kegiatan razia secara menyeluruh ini diharapkan dapat menekan peredaran dan masuknya barang-barang yang dilarang masuk dalam lapas. Usaha terus kami lakukan, pun dengan penegakan aturan. Semoga setelah ini tidak ada lagi penemuan semacam ini,” ujar Teguh.
(RLS)


NEPAL, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (16/02/2019): CINA menutup pangkalan pendakian atau base camp Gunung Everest untuk pengunjung yang tidak memiliki izin pendakian. Pihak berwenang mengambil langkah tidak biasa untuk menangani masalah limbah yang terus bertambah di lokasi tersebut.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (16/02/2019) Larangan itu berarti turis hanya bisa mendaki hingga sebuah biara yang berada sedikit di bawah ketinggian pangkalan pendakian di level 5.200 meter dari permukaan air laut. Lebih banyak orang mengunjungi gunung dari sisi selatan di Nepal, tetapi selama beberapa tahun terakhir, jumlah orang meningkat terus di sisi Cina.

Pangkalan pendakian Everest di Cina, yang terletak di Tibet, populer karena dapat diakses dengan mobil – sedangkan pendakian dari Nepal hanya dapat dicapai dengan mendaki selama hampir dua minggu. Gunung dengan puncak tertinggi di dunia ini lama bergelut dengan meningkatnya kadar sampah selama beberapa tahun terakhir, karena jumlah pengunjung yang meningkat.

Chinese Mountaineering Association mengatakan 40.000 mengunjungi base camp Everest pada 2015. Rekor 45.000 pengunjung yang mendaki melalui Nepal tercatat pada periode 2016-2017, menurut Kementerian Hutan dan Konservasi Nepal.

Wisatawan biasa hanya diperbolehkan mendaki hingga biara Rongbuk, yang berjarak sekitar 5.000 meter di atas permukaan laut, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.

Sementara, pendaki gunung yang memiliki izin untuk mendaki hingga puncak di ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut, masih akan diizinkan untuk melintasi pangkalan pendakian yang lebih tinggi. Januari 2019, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan membatasi jumlah izin pendakian setiap tahun hingga 300 pendaki saja.

Di media sosial Cina, klaim telah menyebar dalam beberapa hari terakhir bahwa pangkalan pendakian Everest ini akan ditutup secara permanen untuk turis – tetapi Xinhua mengutip pejabat yang menyangkal hal itu. Pengumuman resmi tentang penutupan itu dibuat pada bulan Desember, di situs otoritas Tibet.

Disebutkan tiga operasi pembersihan pada musim semi lalu telah mengumpulkan delapan ton limbah, termasuk kotoran manusia dan peralatan pendaki gunung yang ditinggalkan.

Upaya pembersihan untuk memindahkan mayat pendaki gunung yang telah meninggal di lokasi yang acap kali disebut sebagai zona kematian – yang terletak di atas 8.000 m, di mana udaranya terlalu tipis untuk menopang kehidupan dalam waktu lama. Karena ketinggian yang dingin dan tinggi, mayat-mayat ini sering tetap berada di gunung selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. (NNG)



JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (16/02/2019):  Puisi Wakil Rakyat yang terhormat ini dinilai tidak hormat terhadap kiai sepuh sekaligus menghina warga NU. Apalagi, Fadli Zon justru bersikap arogan. Tidak mau meminta maaf setelah dinilai mencemooh doa KH Maimun Zubai atau Mbah Moen. Kontroversi puisi Fadli Zon sepertinya terus berlanjut. Apalagi, tidak ada iktikad baik dari Fadli Zon untuk mencairkan suasana.

Karena itu, Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) marah besar atas puisi berjudul "Doa yang Ditukar", karya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. PBNU mengancam akan menempuh jalur hukum, jika Fadli tidak segera meminta maaf langsung kepada KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

"Kalau dia minta maaf ke Mbah Moen, sudah cukup. Tapi kalau tidak, kami pertimbangkan ke hukum," ancam Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu, Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2).

Disarankan, Fadli Zon agar meminta maaf soal puisi berjudul Doa yang Tertukar yang mengaitkan KH Maimoen Zubair. "Ya, sebagai yang masih muda sebaiknya yang bersangkutan meminta maaf dan segera sowan kepada Mbah Moen," kata Helmy seperti dilansir Medcom, Sabtu (16/2)

Dia meyakini Kiai Maimoen sudah memaafkan tanpa dimintai maaf tapi etika dan adab mengajarkan untuk meminta maaf apalagi kepada yang lebih sepuh dan alim. "Fadli yang menulis puisi tersebut menyinggung perasaan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Puisi tersebut jika dilihat dari konteks rangkaian peristiwa tentu sangat berkaitan dengan apa yang terjadi di Sarang, Rembang," tandasnya serius.

Helmy menilai tindakan Fadli Zon yang membuat puisi polemis tersebut sangat tidak pantas. "Kami menilai puisi itu sarat dengan muatan ketidaksopanan dan menyinggung keluarga besar Nahdlatul Ulama. Sebab Mbah Moen adalah kiai sepuh dan ulama karismatik yang sangat kami hormati di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kita harus menghormati beliau," lontarnya

Hal senada juga dilontarkan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menuntut Fadli agar segera meminta maaf kepada Mbah Moen. Fadli dituding sengaja melecehkan Mbah Moen. "NU marah. Kiai sepuh dilecehkan. Tinggal minta maaf saja apa susahnya?" kecam Said.

Ia menilai Fadli tidak sopan serta tidak mencerminkan sikap orang yang beradab dan berakhlak. Apalagi hal itu diucapkan oleh Wakil Ketua DPR RI yang terpandang dan berpendidikan.

Said berharap Fadli segera sadar dan mengakui kesalahannya jika tidak mau kualat. Sebagai orang yang lebih muda, Fadli seharusnya menghormati orang tua. Terlebih Mbah Moen merupakan ulama besar, sesepuh warga NU. "Allah itu menghormati orang yang usianya lebih dari 80 tahun. Tapi ada seorang manusia, muda, melecehkan orang tua. Orang itu beradab apa tidak?" tegas Said.

KH Nurul Ishak, mengimbau Fadli Zon untuk meminta maaf pada Mbah Moen dan warga NU secara umum. Sebab, puisi yang diciptakan Fadli Zon sangat menyakiti perasaan santri dan kiai. Lebih luas lagi, kata Nurul, puisi itu menampar warga NU secara umum.

Apalagi, Fadli Zon justru tidak bersikap kooperatif. Ada kesan menyepelekan imbauan warga NU. "Warga NU ini sagat geram dengan puisi Fadli Zon. Ada banyak kiai yang semakin kecewa dengan sikap Fadli Zon. Dia tidak bereaksi apa-apa terkait puisi Fadli Zon ini," ungkap Kiai Nurul.

Menanggapi sikap pasif Fadli Zon, aksi nyata harus dilakukan. Sebab, beragam kajian melalui diskusi khusus sudah dilakukan. Kesimpulannya relatif sama. Puisi dan sikap Fadli Zon dinilai tidak etis. Semua sepakat Fadli Zon harus meminta maaf secara terbuka.
"Sekarang tidak perlu banyak diskusi lagi. Warga NU harus bergerak merespons ini, apalagi Fadli Zon tidak mau minta maaf," tegasnya lagi.

Pengamat politik Karyono Wibowo. Karyono berpendapat, puisi Fadli Zon menjadi blunder besar yang dilakukannya. Suasana menjadi semakin keruh karena Fadli Zon tidak menakar efek negatif bawaan dari puisinya itu. "Puisi Fadli Zon ini sebenarnya menampar dirinya sendiri. Dia itu menampar wajahnya sendiri. Potensi efek bawaannya tidak dilihat," kata Karyono.

Karyono pun membedah puisi ciptaan Fadli Zon. Puisi tersebut dinilainya tidak memenuhi aspek estetika. Kering unsur puitis, Fadli Zon justru lebih menonjolkan aspek politis. Pasalnya, diksi dalam puisi Fadli Zon sangat standar. Jauh dari nilai-nilai seni. Justru lebih dominan dengan kata-kata politis yang menohok. "Menurut saya ini salah satu kepanikan Fadli Zon dalam menghadapi realitas politik saat ini," tuturnya.

Putra calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin, Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin, juga ikut menyayangkan keluarnya puisi Fadli Zon. Gus Oqi-panggilan akrab Kiai Ma'ruf-menilai tidak ada yang salah dari doa Mbah Moen. "Coba dengarkan dan cermati sekali lagi doa Mbah Moen. Itu jelas-jelas Mbah Moen mengatakan bahwa orang di samping saya jadikan presiden, presidennya Pak Prabowo," tegas Gus Oqi.

Menyikapi puisi Fadli Zon, Gus Oqi pun merasa bingung. Apa yang sebenarnya dipermasalahkan oleh Fadli Zon ini? "Makanya, saya sempat bingung, apa yang kemudian dipermasalahkan dari doa Mbah Moen," tambahnya.

Putra kelima Kiai Ma’ruf ini menegaskan, tidak ada pengulangan doa. Akan tetapi, penegasan. Namun, doa yang dipanjatkan Mbah Moen tetap sama. "Karena tidak ada yang salah dari doa Mbah Moen. Diulang seribu kali pun tetap begitu," pungkasnya. (PAH)




Halaman 1 dari 200