Iklan Banner Atas
Juru bicara PSI, M. Guntur Romli Juru bicara PSI, M. Guntur Romli

PSI Sebut Kubu Prabowo – Sandi One Day One Hoax

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA,  JAVANEWSONLINE.COM, SENIN (07/01/2019): PARTAI  Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut kubu pasangan calon (Paslon) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno banyak menebar berita bohong. Kubu Prabowo-Sandi mendapat sebutan one day one hoax. Hoaks yang kerap disuarakan mengganggu kewarasan publik.

Hal ini merujuk pada gaduh beberapa pernyataan tim paslon nomor urut 02 semisal berita penggunaan selang cuci darah di RSCM, pembangunan Tol Cipali tanpa utang dan isu temuan tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos. Penyebaran tiga kabar bohong alias hoaks dilakukan awal tahun 2019.

“Sekarang masyarakat berpikir dan melihat apa sih yang menjadi pilihan mereka, yang benar-bener bekerja, yang serius memberikan bukti pada masyarakat atau kubu yang hanya berdasarkan kebohongan hoaks. Atau kita sebut one day one hoaks, itu kubunya Prabowo – Sandi. Itu tiap hari harus ada hoaks untuk mengganggu kewarasan publik,” kata Juru bicara PSI, M. Guntur Romli di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Terkait Kebohongan Award, dia mengatakan PSI sebagai partai baru menjadi antibiotik bagi masyarakat dari penyebaran berita bohong. Masyarakat diharap bisa mengingat sindiran tersebut dan tidak percaya dengan hoaks. “Kami ini ingin memberikan semacam antibiotik, imun kepada masyarakat. Sudah deh nggak usah percaya sama kubu sebelah. Kenapa? Karena sudah dapat Kebohongan Award,” imbuhnya.

Soal aduan ke polisi oleh kubu lawan, PSI tidak akan melakukan laporan balik. “Ini cara untuk memberikan obat antibiotik imun kepada masyarakat agar tidak terpengaruh isu kebohongan yang dilancarkan kubu sebelah. Dan kami tak akan melapor balik. Biar dia menjadi wacana diskursus di masyarakat,” tuntas Guntur.

Ditambahkan, berita bohong yang disertai tuduhan, baik itu secara eksplisit maupun implisit, membuat demokrasi menjadi demokrasi yang penuh kebohongan. Hal itu bisa menjadi akar dari pecah belah bangsa. Hal serupa pernah dilakukan pada penjajah Belanda hingga ISIS.

“Kandidat politik yang bermain dengan hoaks tidak ubahnya penipu dan penghasut bagi bangsanya sendiri. Hoaks sangat berbahaya dalam peradaban berdemokrasi,” tandasnya.

Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin itu menilai paslon nomor urut 02 itu merasa putus asa di tengah minimnya gagasan pembangunan yang disampaikan. Itu, ujar Dedek membuat kubu Prabowo – Sandi melakukan berbagai upaya untuk dapat memenangi Pilpres.

“Miskinnya gagasan program pembangunan dan semakin desperatenya kubu mereka tapi begitu ambisiusnya Pak Prabowo kami duga telah memaksa mereka untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019 at all costs,” tegasnya. (MUS)

Read 8 times