Wednesday, November 21, 2018

Iklan Banner Atas

Suap, Hakim Pevonis Meiliana Kena OTT KPK

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, SELASA (28/08/2018): KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Selasa (28/8/2018). Delapan orang diamankan, termasuk salah seorang hakim dan seorang panitera. Hakim yang ditangkap KPK diduga merupakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan bernama Wahyu Prasetyo Wibowo. Dia ditangkap bersama 7 orang lainnya. termasuk Panitera

"Dari 8 orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, di Jakarta, Selasa (28/8).

Dari informasi yang dihimpun, Wahyu merupakan ketua majelis hakim yang memvonis Meliana yang meminta suara azan dikecilkan. Permintaan kepada pedagang depan rumahnya itu akhirnya berbuntut panjang dengan tuduhan penistaan agama. Meliana pun divonis 18 bulan bui.

Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi pun mengamini hal itu. "Iya benar, saya dapat informasi hakim di sana. Iya (Wahyu Prasetyo Wibowo yang ditangkap), sementara demikian," kata Suhadi.

Sedangkan dalam OTT kali ini, KPK menduga suap diduga berkaitan dengan perkara korupsi yang diadili di Pengadilan Tipikor Medan. Ada uang dalam pecahan dolar Singapura yang turut disita.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum mereka yang ditangkap. Nantinya KPK akan mengumumkan secara resmi penanganan perkara itu termasuk penetapan tersangka.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Selasa (28/8/2018). Delapan orang diamankan, termasuk salah seorang hakim dan seorang panitera. “Benar ada kegiatan tim penindakan KPK di Medan dalam beberapa hari ini. Setidaknya delapan orang diamankan untuk proses lebih lanjut,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo.

Agus melanjutkan, dari delapan orang yang diamankan, salah satunya merupakan seorang hakim dan seorang panitera. “Dari delapan orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain.

KPK menduga telah terjadi transaksi terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi di Medan. "Uang dalam bentuk dollar Singapura juga telah diamankan," tambah Agus.

Belum diinformasikan secara spesifik nilai uang beserta bukti-bukti penggeledahan lainnya. "Tim penyidik sedang bekerja untuk melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat diterima. Mereka akan dibawa ke Jakarta," paparnya. (FAH)



Read 59 times