Wednesday, November 21, 2018

Iklan Banner Atas

ICW Pelototi Pengadaan Helikopter Polri Rp2,8 T

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (16/08/2018): INDONESIA Corruption Watch (ICW) akan memelototi pengadaan helikopter Polri. Pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) ini dianggarkan sebesar USD200 juta atau setara Rp2,8 triliun (kurs Rp14 ribu per USD).

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husudo mengatakan pengadaan alutsista kerap menyisakan masalah.  "Ada kecenderungan harganya di-mark up. Kami banyak menemukan pada pengadaan alutsista," kata Adnan di Jakarta, Kamis (16/08/2018).

Untuk itu, ia mengajak masyarakat turut mengawasi rencana pembelian itu. Ada sejumlah hal yang perlu dicermati dalam setiap pelelangan alutsista.  "Apakah pembelian itu transparan? Prosesnya seperti apa? Kemudian apakah nilainya wajar?" kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, bagaimana penggunaannya. Berdasarkan pengalaman, banyak pengadaan yang justru tak dimanfaatkan maksimal. Ini karena pembeliannya bergantung pada lobi pemasok agar barang yang ditawarkan bisa dibeli pemerintah. "Kalau itu yang terjadi akan jadi barang yang terbengkalai. Tapi untuk helikopter ini kan banyak hal yang bisa dilakukan," kata dia.

Terkait besaran anggaran pembelian helikopter yang mencapai Rp2,8 triliun, ICW mempertanyakan jenis apa yang akan dibeli Polri. Apakah helikopter jenis angkut, tempur, atau transportasi. "Jenisnnya juga ada yang kecil dan besar. Kemudian apakah dilengkapi persenjataan atau tidak? Itu juga beda-beda," ujarnya.

Polri berencana membeli helikopter seharga USD200 juta atau sekitar Rp2,8 triliun (kurs Rp14 ribu per USD). Pembelian ini diketahui dari pengumuman pelelangan di laman lpse.polri.go.id.

Dalam pengumuman yang tertuang di dalam surat beromor: Peng/07/VII/2018 itu disebutkan lelang masih pada tahap prakualifikasi. Proyek pengadaan helikopter ini bersumber dari pembiayaan kreditor swasta asing (KSA) tahun anggaran 2016.

Pendaftaran peserta dibuka pada 4 hingga 22 Juni 2018 melalui Bagian Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri Seksi Logistik Polri. Pengumuman lelang ini kembali diperbarui dan menetapkan pendaftaran mulai 15 hingga 27 Agustus 2018.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal menyatakan belum mengetahui detail rencana ini. "Saya belum tahu, nanti dicek dulu. Karena tidak per detik saya bisa tahu," kata Iqbal seperti dilansir laman Medcom. (MED)

Read 20 times