Wednesday, November 21, 2018

Iklan Banner Atas

Kompetitor Jokowi Sibuk Bongkar Pasang Calon

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (11/07/2018): KOMPETITOR Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 atau poros kedua yang diisi oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat masih mengutak-atik posisi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Elite empat partai ini masih mencari kandidat yang bisa mengukuhkan bangunan koalisi. Dari sejumlah nama yang diusulkan oleh masing-masing partai, terdapat enam nama potensial yang diusung sebagai capres atau cawapres di antaranya Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ahmad Heryawan, Gatot Nurmantyo, Zulkifli Hasan, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, sejak awal PAN berkomunikasi dengan Gerindra, PAN memang membahas nama Prabowo- Zulhas. Namun, bila nanti koalisi bertambah, tidak hanya PAN dan Gerindra, tapi juga PKS, PKB, dan Demokrat, maka opsi lain juga terbuka. Misalnya diluar nama Prabowo dan Zulhas.

“Kalaupun nanti misalkan Prabowo-Anies, saya kira PAN enggak keberatan. Kemudian Anies-Gatot juga tidak keberatan. Intinya PAN ingin menghadirkan calon di luar Pak Jokowi. Siapa pun diumumkan cawapresnya Pak Jokowi, kita hormati dan kami juga siap menghadirkan calon alternatif di luar paket Pak Jokowi,” kata Yandri di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Yandri menuturkan, PAN sudah lama keliling Indonesia dan mendengar suara akar rumput di PAN baik di simpatisan maupun struktural di mana 80% menghendaki sebaiknya PAN mencalonkan calon alternatif sehingga tidak ada calon tunggal. Dengan begitu, kecenderungan koalisi PAN dengan Gerindra kuat karena hubungan keduanya sudah lama terbina.

“Kalau dari internal, kami tentu mengusung Prabowo- Zul. Kalau hari ini disepakati, besok kami siap besok deklarasi. Kalau Gerindra oke pasangan nya Bang Zul, oke besok deklarasi. PAN siap dari jauh hari,” ucapnya.

“Kalau di luar Prabowo-Zul misalnya Prabowo-Anies, kami siap juga. Kalau Anies-Gatot, kami siap atau Gatot-Anies, atau nanti intinya dari empat nama ini yang insya Allah akan mengerucut di format koalisi, tinggal siapa yang disepakati,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, hal biasa jika semua partai ingin mendorong semua kadernya seperti PKS mendorong sembilan nama, PAN empat nama, dan Demokrat mendorong AHY.

Tentu Gerindra memahami karena itu bagian dari dinamika. “Tiba-tiba ada nama di luar partai seperti CT (Chairul Tanjung) dan Anies kan biasa. Jadi semua ini memang berproses, saya kira alamiah saja. Enggak ada yang luar biasa,” kata Riza di Gedung DPR.

Yang jelas, kata Riza, Gerindra ingin membangun koalisi yang sudah dekat dengan PKS dan Gerindra dan sekarang juga semakin dekat dengan Demokrat.

Harapannya, Gerindra hampir pasti berkoalisi dengan tiga partai ini. “Mudah-mudahan bisa saja Cak Imin bergabung dengan kami dan partai-partai nonparlemen seperti PBB, yang lain-lain,” imbuhnya. Namun, Riza memastikan bahwa nama capres yang akan diusung hanya satu nama, Prabowo Subianto.

Terkait Anies, dia mengakui bahwa memang Anies menjadi cawapres potensial yang serius dipertimbangkan. “Ada Anies, ada AHY, Pak Zul dari Pak Ustaz Salim (Salim Segaf Al Jufrie), Aher dari PKS itu yang kita pertimbangkan,” ucapnya.

Kemudian, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, posisi PKS hingga saat ini ada sembilan nama menjadi capres atau cawapres sehingga itu akan diperjuangkan oleh PKS.

Hal yang sama dilakukan PAN untuk memperjuangkan Zulhas, Gerindra memperjuangkan Prabowo, dan Demokrat memperjuangkan AHY. PKS tidak keberatan, lalu baru-baru ini muncul nama Anies Baswedan dari PKS, PAN, dan Gerindra. “Semuanya akan dibawa dalam satu musyawarah bersama. Kita bahas di atas meja. Kita tidak ingin maju, tapi kita ingin menang. Karena ingin menang, semuanya harus rendah hati,” kata Mardani.

Menurut Mardani, pada dasarnya PKS tidak keberatan jika Anies yang nanti akan dipilih Prabowo selama dilakukan dalam forum musyawarah.
Karena ini belum ada keputusan apa pun, siapa pun memiliki kans, tapi secara defacto kans terbesar Prabowo karena Gerindra memiliki 13% kursi, kans kedua PKS dan PAN yang masing-masing punya 7%, dan itu cukup jika berkoalisi.

“Kans ketiga mungkin partai lain, kemudian Mas Anies datang, kecuali partai-partai itu sepakat usung Mas Anies karena de facto-nya siapa pemilik tiket, dialah yang paling menentukan,” tandasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, Demokrat sedang penjajakan dengan Gerindra, bahkan Prabowo langsung yang mengusulkan nama AHY sebagai cawapres. Namun, diskusi masih sangat cair dan sudah final saat didaftarkan ke KPU nanti. “Sebelum masuk KPU semuanya masih cair aja , penjajakan dan sebagainya tidak semudah itu,” kata Syarief di Gedung DPR.

Menurut Syarief, nama AHY itu menjadi nama terkuat di Demokrat untuk dicalonkan sebagai capres atau cawapres. Demokrat juga terus melakukan komunikasi dengan parpol lain. Demokrat tidak bergeming meskipun PAN dan PKS mengunderestimate AHY akan rendah elektabilitasnya jika dipasangkan dengan Prabowo. (SIN)

Read 16 times Last modified on Juli 11 2018