Iklan Banner Atas
Javanews

Javanews

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (27/04/2017):  MIRYAM S Haryani, anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai daftar pencarian orang (DPO). Miryam dikabarkan kabur dan tim penyidik KPK tidak menemukan keberadaannya, setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik KPK.

Miryam ditetapkan KPK sebagai tersangka ‎memberikan keterangan palsu setelah memberikan kesaksiannya  dalam persidangan perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK  melayangkan surat kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta Ses-NCB Interpol Indonesia memasukkan Miryam S Haryani dalam DPO. "KPK meminta bantuan Polri untuk melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka MSH yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus indikasi keterangan tidak benar di persidangan kasus KTP-Elektronik," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Dia berharap semua pihak yang mengetahui keberadaan Miryam S Haryani untuk menginformasikan ke KPK atau kantor polisi terdekat. Dia menambahkan sebelumnya sudah memberikan kesempatan kepada tersangka Miryam S Haryani untuk dipanggil secara patuh dan kemudian menjadwalkan ulang ketika pihak pengacara datang mengatakan yang bersangkutan sakit.

KPK sempat menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Miryam setelah mendapatkan surat keterangan dokter tersebut. Namun, lanjut dia sampai hari ini pihaknya belum menerima kedatangan dari Miryam S Haryani.  "Karena itu dalam proses penyidikan ini kami pandang perlu untuk menerbitkan surat DPO untuk MSH," ucapnya.

Sementara kuasa hukum Miyam S. Haryani, Aga Khan Abduh, menjamin kliennya yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih berada di dalam negeri. “Sehat-sehat aja. Saya jamin dia masih di Indonesia. KPK itu ada-ada saja. Kenapa sih enggak ngomong sama saya aja?” ujar Aga.

Menurut Aga, permintaan KPK kepada Kepolisian RI untuk mengerahkan Interpol dalam upaya pencarian Miryam sangat berlebihan. Hal tersebut karena beberapa hari lalu pihaknya juga telah melayangkan surat kepada KPK tentang permohonan praperadilan. “Permintaan KPK terhadap Interpol, menurut kami, berlebihan. Mengapa? Kami telah menerangkan via surat kemarin bahwa kami sedang meminta permohonan praperadilan dan telah mempunyai jadwal tanggal sidang,” ucapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, tim kuasa hukum Miryam akan mengajukan protes kepada KPK dengan melayangkan surat serta meminta bantuan perlindungan hukum. “Kami mengajukan protes keras kepada KPK karena kami sedang mengajukan praperadilan. Kami akan tulis dan kirimkan. Selain itu, kami akan meminta perlindungan hukum kepada Komnas HAM dan Mahkamah Agung untuk melihat kasus ini secara benar, bukan kasus e-KTP saja,” tutur Aga.

Tak kalah dengan KPK, kuasa hukum Miryam juga akan berkirim surat kepada Polri untuk tidak perlu dilakukan pencarian terhadap kliennya. Sebab, mereka dapat memastikan Miryam tidak akan keluar dari NKRI. “Kami akan melayangkan surat ke Polri yang menyatakan klien kami masih ada di Indonesia sehingga tidak perlu dicari. Kami juga masih akan melayangkan praperadilan,” katanya.

Ia berujar, ketidakhadiran Miryam dalam penyidikan KPK karena sebelumnya Miryam dipanggil untuk hadir dalam sidang sebagai saksi. Namun, tak berapa lama setelah ditetapkan bersalah karena memberi keterangan palsu, Miryam izin untuk mengikuti Paskah. Adapun ketidakhadiran Miryam berikutnya karena sakit, sehingga ia terpaksa mengajukan surat izin sakit dari dokter.

“Bukan tidak pernah datang. Masuk daftar pencarian orang (DPO) itu kalau tiga kali tidak datang tanpa ada berita. Ini pertama kali dipanggil sebagai tersangka. Tanggal 25 atau tanggal 26 kemarin, kami memohon untuk menunda. Masak, permohonan praperadilan Miryam tidak dikabulkan karena takut lari?” tutur Aga. (PAH)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (27/04/2017):  Fahd El Fouz (FEF) alias Fahd A Rafiq, Ketua ‎bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan anggaran pengadaan kitab suci Alquran di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2011-2012.‎

Pria yang juga sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini diduga bersama-sama dengan mantan Anggota Komisi VIII DPR Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetyo menerima hadiah atau janji dari pihak-pihak tertentu. "KPK meningkatkan status FEF (Fahd El Fouz) ke tahap penyidikan," ujar ‎Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Atas perbuatannya, Fahd disangkakan melanggar Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 Ayat (2) Juncto Ayat (1) huruf b, lebih subsidair Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Psal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 KUHP.

Fahd merupakan tersangka ketiga dalam kasus tersebut. Sebelumnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta telah memvonis pidana penjara 15 tahun dan denda Rp300 juta subsider satu bulan kurungan untuk Zulkarnaen Djabar. Juga pidana penjara delapan tahun dan denda Rp300 juta subsider empat bulan kurungan untuk Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra. ‎

Fahd  putra pedangdut A Rafiq itu pernah dipenjara karena terbukti menyuap Anggota Banggar dari Partai Amanat Nasional, Waode Nurhayati terkait pengurusan dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID). Namun pada kasus DPID, Fahd Rafiq telah bebas.

Fahd sudah pernah dijatuhi pidana penjara selama 2,5 tahun dikurangi masa tahanan dan membayar denda Rp 50 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta yang diketuai  Suhartoyo  karena terbukti korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (FAH)
 


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (27/04/2017): GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak ambil pusing dengan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang berniat menjual saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA).

Namun kata Ahok, penjualan saham di perusahaan bir itu seharusnya tidak hanya didasarkan pertimbangan agama saja. "Kalau kampanye mau jual agama silakan. Tapi kalau Anda masuk ke pemerintahan, Anda tidak bisa bikin aturan hanya dengan pertimbangan agama," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/4).

Ahok menilai, jika alasan penutupan PT Delta Djakarta hanya karena Pemprov DKI 'tidak cocok' memiliki saham di perusahaan produsen bir, dasar hukumnya tidak kuat. "Kita ini kan bukan negara syariat agama. Saya tegaskan berkali-kali, ini negara Pancasila. Kalau cuma karena enggak boleh (punya saham di perusahaan) produsen bir, ya enggak bisa," kata Ahok.

Namun demikian, jika nantinya Anies dan Sandi masih bersikeras menjual saham di PT Delta Djakarta ini, Ahok menyarankan keduanya untuk melakukan lelang terbuka. "Kalau mau jual silakan (lakukan) lelang terbuka. Supaya jelas yang beli siapa, yang penting bagi saya transparan saja," katanya.

Menurut Ahok, perusahaan pemegang lisensi bir itu telah memberikan keuntungan bagi pemerintah. Dia mengatakan, Pemprov DKI telah memiliki saham di perusahaan pemilik merek Anker Bir, Carlsberg, San Miguel, dan Stout itu selama puluhan tahun lalu. "Itu perusahaan ada sejarahnya. Sudah lama, dari tahun 70-an. Perusahaan itu sangat untung," ujar Ahok.

Sebelumnya, calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan tetap menjaga komitmennya bersama pasangan, Anies Baswedan, untuk menjual 23,34 saham yang dikuasai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk. Pemprov DKI merupakan salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.

Sementara sisanya dimiliki oleh BP IPM Jaya sebesar 2,91 persen, San Miguel Malaysia (L) Pte, Malaysia sebesar 58,33 persen dan publik sebesar 18,33 persen.

Menurut Sandi, DKI Jakarta tak cocok punya saham perusahaan bir karena tak terkait dengan kepentingan orang banyak. Kepemilikan saham di sebuah perusahaan bir, menurut Sandi, tidak sesuai dengan visi untuk membahagiakan warga Jakarta. Untung yang diterima Pemprov DKI setiap tahunnya sebagai bagian dari pendapatan daerah juga dinilai tak signifikan.

Dalam laman resmi PT Delta Djakarta, www.deltajkt.co.id disebutkan, perusahaan ini mengklaim sebagai pemain terbesar dalam industri bir di Indonesia. Delta adalah produsen sekaligus distributor beberapa merek bir dunia seperti Anker, Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih.

Selain minuman beralkohol, Delta juga memproduksi minuman ringan merek Sodaku dan Soda Ice. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1932 oleh perusahaan Jerman Archipel Brouwerij NV. Pertama kali menggunakan nama PT Delta Djakarta pada tahun 1970. Tahun 1984 Delta melantai di bursa. Saat pemegang saham mayoritasnya adalah Pemprov DKI Jakarta dan San Miguel Malaysia (L) Private Limited. (CIO)


KEPULAUAN SERIBU, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (27/04/2017): Nasib nahas menimpa kapal predator atau carteran Zevolution 9 Princessa Debble. Saat mengangkut wisatawan menyeberang ke Pulau Resort, Pulau Ayer, Pulau Putri, Pulau Pelangi dan Pulau Macan Kepulauan Seribu Utara, terbakar di perairan Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Kamis (27/4/2017).

Akibat kejadian memilukan ini, seorang wisatawan bernama JAP Onny Najian mengalami luka bakar serius, sementara Ke-19 penumpang dan tiga awak kapal berhasil diselematkan.

Kuswara, petugas posko pemadam kabakaran Jakarta Utara, mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 08:00. Kapal berangkat dari dermaga 17  Marina Ancol menuju pulau wisata. “Kapal mengangkut penumpang yang akan ke Pulau Resort. Sepertinya wisatawan yang mau jalan-jalan," papar Kuswara.

Namun saat berlayar ke Pulau Resort di Kepulauan Seribu Utara, tiba-tiba kapal dilalap si Jago Merah.  Para wisatawan lokal itu pun panik. Untungnya kebakaran ini ditanggapi secara cepat dan serius petugas patroli Ditpol Air Polda Metro Jaya dibantu nelayan.

Para penumpang dan tiga ABK (Anak Buah Kapal)  yakni Antoni (nakhoda), Bragi (anak buah kapal) dan Gunawan (anak buah kapal), berhasil diselamatkan dan hanya seorang wisatawan yang mengalami luka bakar serius atas nama JAP Onny Najoan dan kini mendapat perawatan di RS Atmajaya Pluit Penjaringa.

Sedangkan 19 penumpang dan awak kapal dibawa ke Ditpolair Polda Metro Jaya di Pondok Dayung Tanjung Priok. “Petugas kami sudah mengevakuasi penumang dan kru kapal, semuanya selamat. Kondisi kapal itu sudah hangus. Anggota akan melakukan olah TKP,” kata Dirpolair Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Rachmansyah.

Menurutnya, kebakaran terjadi sekira pukul:08.15. Kapal milik David tersebut berangkat dari dermaga 17 Marina Ancol menuju pulau wisata. Apalagi jalur tempat kapal itu terbakar termasuk jalur sibuk. Karenanya, saat muncul api banyak kapal nelayan mendekat untuk memberi pertolongan.

“Kebetulan juga ada kapal Ditpol Air Polda Metro Jaya Patroli sehingga penumpang bisa cepat dievakuasi sebelum api besar. Kebakaran kapal ini masih belum diketahi penyebabnya dan masih dalam penyelidikan polisi," paparnya.

Setelah berhasil menyelamatkan penumpang dan ABK, kapal carteran ini sudah berhasil dipadamkan termasuk pendingan namun saat ditarik langsung tenggelam. (BWO)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (27/04/2017): KANTOR Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan membongkar praktik bisnis esek-esek di Apartemen Kalibata City tower Borneo, Pancoran, Jakarta Selatan, (26/4) malam. Dua pria warga negara Afghanistan yang diduga sebagai gigolo diciduk oleh aparata Imigrasi.

Keduanya,  Shir Agha M (23), dan, Ali Hassani (20),  dijaring petugas pengawasan Keimigrasian setelah dipantau oleh intelijen Imigrasi kurang lebih satu minggu.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Jaksel, Cucu Koswala, menerangkan bahwa pihaknya membongkar bisnis esek-esek tersebut berdasarkan dari mulut ke mulut. “Via WhatsApp, lalu petugas mencari tahu dan melakukan penyamaran sebagai pelanggan lalu kami amankan dua Pria WN Afghanistan,” papar Cucu.

Ia juga menambahkan kedua gigolo asing ini melayani pelanggan wanita bahkan pria alias AC/DC. “Tarifnya untuk melayani laki-laki dan perempuan tarif short time (waktu pendek-red) Rp 500 ribu, tiga sampai lima jam. Sedangkan long time (waktu panjang-red) Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta satu kali booking,” bebernya.

Penangkapan tersebut terjadi sekira pukul 22:00 WIB. “Mereka sudah menjual dirinya selama tujuh  bulan, namun tinggal di Indonesia sudah 2014. Mereka hanyak memiliki kartu identitas pengungsian, paspor tidak punya,” katanya. Keduanya terancam Pasal 75 ayat (1) jo pasal 122 huruf (a) UU Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. (PKO)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (26/04/2017):  KUASA Hukum Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama meminta independensi hakim pada saat sidang pembacaan tuntunan Ahok 9 Mei mendatang. Keputusan hakim diharap tidak terpengaruh dengan desakan massa.

Salah satu tim kuasa hukum, Teguh Samudra mengatakan Ahok dirugikan dengan cap penoda agama. Padahal dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memiliki cukup bukti untuk menetapkan pasal 156a kepada Ahok.

"JPU sendiri yang mendakwa Pak Basuki ke pengadilan dengan dakwaan menodai agama sudah menyerah, sudah ampun-ampun karena enggak bisa membuktikan kesengajaan untuk menodai agama," ujar Teguh saat jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/04/2017).

Anggota kuasa hukum lainnya, Fify Lettu Indra Tjahaja Purnama yang sekaligus adik kandung Ahok pun turut mengukap hal senada. Dia meminta agar majelis hakim tidak memaksakan Ahok bersalah dengan dugaan pasal-pasal lainnya. "Bapak basuki sudah dicap penista agama. Apakah dipaksakan lagi dia menghina golongan? Bukti dan saksi ahli semuanya bisa sama persis. Apakah ini bukan rekayasa," tanya Fify.

Dari itu, dia berharap keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara nanti independen. Ia meminta jangan ada pengadilan atas dasar desakan dari massa. "Harapan kami, jangan lagi trial by the mob. Kan tujuannya sudah tercapai, kenapa dipaksakan lagi. Apakah begitu takutnya dengan Pak Basuki? Tapi semuanya kita tunggu tanggal 9 (Mei) nanti," tegas Fify.

"Saya meminta agar semua pihak berdoa agar hakim diberikan jalan terang. Ini bukan menganggu independensi hakim, tapi mengetuk hati, agar tidak terjadi peradilan sesat," kata I Wayan Sudirta kuasa hukum Ahok lainnya menimpali. (MTO)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (26/04/2017):   Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan istrinya, Syaridah Fadhlun, serta Firza Husein bakal kembali dipanggil Polda Metro Jaya setelah mangkir pada panggilan penyidik, Selasa 25 April. Mereka bakal dijemput paksa apabila kembali mangki pada pemanggilan ulang pekan depan.

"Setelah 1 Mei. Karena fokus hari buruh. Selasa atau Rabu kami panggil. Kemarin ada keterangannya. Kalau tidak ada, ya kita jemput paksa," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/04/ 2017).

Mantan Kadiv Propam Polri menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk mencari titik terang kebenaran percakapan tersebut. Polisi tidak bisa menduga-duga apakah percakapan tersebut benar atau hoax. "Beberapa saksi kita panggil, tapi keterangan enggak jelas. Kita berharap beliau bisa hadir untuk berikan keterangan. Apa yang dialami, apa yang dilakukan biar terang. Dan Supaya publik tidak reka-reka. Ini apa sih kejadian yang sebenarnya? Kalau tidak ada kan dia bisa membuktikan. Kalau ada ya biar kita buktikan," jelas Iriawan.

Dalam kasus ini, kata Iriawan, pihaknya tidak hanya memanggil Rizieq dan sejumlah saksi lain. Penyidik juga masih mengejar penyebar konten pornografi tersebut. "Termasuk penyebar dan pelaku pornografi. Kan tidak boleh. Nanti ditanya siapa nyebar, siapa yang buat. Kan ada undang-undang untuk itu," tegas Iriawan.

Polda Metro Jaya menerima Laporan Polisi Nomor: LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus terkait dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi yang mengatasnamakan Rizieq dan Firza Husein. Pelaporan itu didasarkan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-Undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Laporan bermula ketika screenshot percakapan bermuatan pornografi yang diduga antara pria yang disebut sebagai Rizieq dan seorang perempuan mengatasnamakan Firza, Minggu 29 Januari, beredar. Penyidik Polda Metro Jaya meningkatkan status hukum penyebaran percakapan terlarang itu berdasarkan hasil gelar perkara.

Serangkaian kasus juga membuat Rizieq bolak-balik menghadapi penyidik. Di antaranya soal logo Bank Indonesia pada uang rupiah baru yang menurut Rizieq memuat gambar palu-arit (simbol komunis). Rizieq juga pernah dilaporkan terkait ucapan bahasa Sunda 'sampurasun' yang diplesetkan menjadi 'campur racun'. Rizieq juga dilaporkan terkait ceramahnya yang dianggap melecehkan umat Kristen. (MTO)




JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (26/04/2017):   PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kebakaran lahan gambut, harus dicegah sedini mungkin karena jelas menimbulkan dampak yang luar biasa.   Tidak saja di dalam negeri, dampak kebakaran hutan seperti asap tebal dapat mengganggu transportasi penerbangan dan kondisi udara beberapa negara tetangga.

Karena itu, perlindungan dan pemulihan fungsi ekologis kubah gambut, sangat penting dijadikan prioritas bersama untuk mencegah terulangnya bencana kebakaran di lahan gambut yang sangat sulit untuk dipadamkan. “Jadi sekali lagi saya tekankan bahwa perlindungan dan pemulihan fungsi ekologis kubah gambut adalah kepentingan kita bersama, dan harus menjadi kerja kita bersama,” pungkas Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas  mengenai Evaluasi Peraturan tentang Lahan Gambut, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Kepala negara melanjutkan, setelah setahun pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG), pemerintah terus melakukan evaluasi, baik terkait dengan pengaturan, maupun tataran implementasi di lapangan. Karenanya,  evaluasi harus terus-menerus dilakukan, karena BRG diberikan target restorasi sampai 2020 seluas 2.000.000 hektar di 7 provinsi, yaitu di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Namun untuk mencapai target restorasi tahun 2017 BRG tidak bisa bekerja sendirian. Perlu dukungan penuh dari seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, lontar presiden.
"Kami minta pemanfaatan lahan gambut untuk tujuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan, terutama penjagaan kondisi hidrologis dan keutuhan ekologis kubah gambut," ungkapnya.

Presiden  juga menekankan agar seluruh warga yang tinggal di sekitar ekosistem gambut, maupun kalangan swasta, dan BUMN pemegang konsesi, wajib terlibat dalam restorasi gambut. “Mereka harus ikut menjaga kelestarian dan ekosistem lahan gambut dengan prinsip pengelolaan gambut yang lestari, sehingga pemanfaatan lahan gambut untuk tujuan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan, terutama menjaga hidrologis dan keutuhan ekologis kubah gambut,” tutur Presiden.

Sejumlah pejabat negara yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Selain itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki serta Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead. (FAH)


JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (26/04/2017): DIREKTORAT Reserse (Ditres) Narkoba Polda Metro Jaya membongkar jaringan sindikat narkoba yang diselundupkan dari Guangzhou, China ke Jakarta.  Sebanyak 2,5 Kg narkoba jenis sabu dikemas dalam 11 pasang sandal wanita merek Boyan disita. Dua pelakunya yang dibekuk, satu diantaranya ditembak mati. Pria asal Nigeria bernama Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka (37) meregang nyawa dan pacarnya  TSI alias Evi alias Yani Andriani (40) warga negara Indonesia, kini ditahan.

Meskipun Kabaka dan Evi tinggal bersama di Apartemen Gading Nias Residence Tower Dahlia Lantai 25 Unit NM Jl. Pegangsaan Dua Kelapa Gading Jakarta Utara. Tetapi polisi menangkap keduanya di tempat terpisah, pada Minggu 23 April 2017.

Terungkapnya kasus penyelundupan sabu  2,5 Kg  bermula informasi diterima anggota unit 3 Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Paket berisi narkoba yang diselundupkan lewat Pelabuhan Laut Talang Duku, Jambi dan dikirim ke Jakarta melalui perjalanan darat dengan tujuan sebuah perusahaan ekspedisi di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara untuk diserahkan kepada customer.

Menindak lanjuti informasi tersebut, Kasubdit 2  Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Gembong Yuda bersama anggota unit 3 dan timsus langsung bergerak dan koordinasi dengan petugas Bea Cukai guna melakukan Control Delivery. Jumat 21 April 2017, petugas meminta agar perusahaan Ekspedisi segera mengirim paket ke Customer sesuai alamat, Jl. Warakas I Gang 22 No.1 Rt.004/07 Bogor. Tapi customer minta agar paket itu diantar ke Jl. Kelapa Cengkir Raya Blok CL No.8 Kamar C Rt.012/07  Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

Pukul 14.00 karyawan ekspedisi tiba di  Jln Kelapa Cengkir Raya CL No.8 Kelapa Gading yang ternyata alamat adalah tempat kost. Penjaga kost yang sudah mendapat telepon dari Customer langsung menerima paket dan meminta agar dimasukkan ke kamar C. Minggu 23 April sekira pukul 15.45, anggota tim yang terus melakukan pengintaian melihat sebuah mobil Kijang Rover berhenti didepan rumah kost. Sesaat dari dalam mobil turun seorang laki-laki dan perempuan dan langsung menuju kamar C.

Beberapa saat kemudian pria yang berprofesi sopir rental membantu perempuan itu mengeluarkan barang untuk dimasukkan ke dalam mobil. Petugas yang sudah beberapa hari terus melakukan pengintaian langsung menemui dan menanyakan apa isi barang tersebut.

Evi mengatakan paket yang dibawanya berisi sandal. Setelah diperiksa, Evi mengakui sebagian sandal berisi narkoba jenis sabu. Kepada polisi, Evi mengaku barang haram itu milik pacarnya Douglas Hope Onyebuchi alias Kabaka. Pria asal Nigeria itu saat ini berada dikamarnya di Apartemen Gading Nias Residence Tower Dahlia Lantai 25 Unit NM.

Sayangnya, petugas tidak menemui Douglas Hope Onybuchi, di dalam kamar. Tak mau kehilangan buruannya, petugas koordinasi dengan tim IT untuk melacak keberadaan Douglas.
Sekitar pukul 19.00 akhirnya petugas berhasil melacak keberadaan tersangka dan langsung meringkusnya di Jl. Baladewa Tanah Tinggi, Johar Baru Jakarta Pusat. Selanjutnya kedua tersangka berikut barang bukti dibawa ke Polda Metro Jaya guna penyidikan lebih lanjut.

Guna pengembangan lebih lanjut, pada Senin 24 April 2017 sekira pukul 17.45 tersangka Douglas alias Kabaka digelandang ke Jl Jaksa dikawasan Jakarta Pusat, untuk menunjukkan anggota sindikat narkoba lainnya.

Tetapi, saat sedang akan turun dari mobil, Douglas berusaha melawan dan merebut senjata api milik petugas. Tidak mau ambil resiko,petugas lainnya langsung menodongkan moncong senjata ke arah tersangka. Tetapi tak membuat nyali Douglas ciut, justru perlawanannya semakin membabibuta. Akhirnya petugas melepaskan tembakan membuat tubuh pria berkulit hitam itu tersungkur bersimbah darah.

Petugas segera melarikan Douglas ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, dalam perjalanan  Douglas menghembuskan nafas terakhir, kemudian dibawa ke rumah sakit Polri Kramatjati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menjelaskan, dari kedua tersangka berhasil disita barang bukti berupa sebelas pasang sandal wanita merek BOYAN berisi 22 bungkus narkoba jenis sabu dengan berat 2,5 Kg. "Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap bandar narkoba. Jika melarikan diri atau berusaha melawan, kita akan tindak tegas," tegasnya serius.

“Tersangka Evi, terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat selama 5 tahun sebagaimana Pasal 113 (2), subside Pasal 114 (2) atau lebih subside Pasal 112 (2) sebagaimana UU. RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tuntas Direktur, Kombes Nico Afinta, senada Kabidhumas, Kombes RP. Argo Yuwono. (IPE)



JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, RABU (26/04/2017):   Nahas menimpa Bagas Alvravigo (14 tahun), yang meninggal di rumahnya sendiri pada Rabu (26/4). Bagas tewas oleh timah panas ayahnya yang menebus tubuhnya pada Rabu dini hari tadi. "Bapaknya Aiptu BS adalah anggota Polres Bengkulu," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Porli, Jakarta Selatan, Rabu (26/4).

Dijelaskan,  penembakan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Sumatera V, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Peristiwa itu bermula dari Aiptu BS yang curiga rumahnya dimasuki oleh pencuri.

BS mengaku mendengar suara pintu rumahnya yang dibuka. Segera BS mengabil senjata dan mengecek suara pintu berderit tersebut. "Setelah itu, Aiptu BS langsung menembakan senjata api tersebut ke arah korban," kata Martinus.

Akibatnya, korban langsung tersungkur dan bersimbah darah. Aiptu BS kaget ternyata orang yang dia tembak adalah anak kandungnya sendiri. "Melihat hal tersebut, Aiptu BS dan keluarga langsung membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu," ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sayangnya, sesampainya di rumah sakit, nyawa Bagas tidak lagi dapat tertolong. Aiptu BS pun segera menyerahkan senjata api yang digunakan kepada Subdit Renata Reskrim Polda Bengkulu. "Sampai saat ini Aiptu BS belum diketahui keberadaanya dan pihak kepolisian masih melakukan pencarian guna mengetahui kronologis kejadian," jelasnya.

Hingga sore ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit Bhayangkari Polda Bengkulu untuk keperluan visum. Petugas akan menguluarkan proyektil yang masih bersarang di dalam tubuhnya. Sedangkan penyidik Polres Bengkulu langsung menuju kediaman Aiptu BS guna menelusuri lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Kejadian serupa juga pernah menimpa Muhammad Alif (14), yang tewas di RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan setelah tertembak pistol ayahnya, Aiptu Tengku, yang bertugas sebagai Kepala SPK C di Polres Jeneponto, pada pertengahan Desember 2016.

Alif merupakan anak ketiga dari Aiptu Tengku, pada Ahad (25/12) sekitar pukul 19.30 WITA, Alif masuk ke kamar ayahnya yang saat itu baru saja meninggalkan rumah sekitar pukul 18.45 WITA menuju kantor untuk melaksanakan tugas piket penjagaan.  Saat berangkat Tengku lupa membawa pistol miliknya jenis revolver, yang sebelumnya ditaruh di atas lemari kamarnya. Alif pun melihat pistol tersebut lalu membawa ke ruang tamu untuk memainkannya.

Saat dimain-mainkan pistol tersebut meletus dan mengenai dada kiri korban tembus ke belakang punggung dan peluru terpantul mengenai kaca jendela sehingga pecah. Lokasi kejadian terletak di Kampung Tanrusampe, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Mendengar adanya letusan dan suara pecahan kaca, ibu korban dan pihak keluarga langsung menuju ruang tamu dan menemukan anaknya sudah tergeletak di ubin dengan berlumuran darah. Karena tidak ada mobil yang siap dengan keadaan darurat, korban segera dilarikan ke rumah sakit setempat mengunakan motor, namun nyawa anaknya tidak tertolong saat tiba di rumah sakit. (FAH)


Halaman 10 dari 56