Sunday, October 21, 2018

Iklan Banner Atas

Berangus Narkoba, Militer Filipina Minta Dilibatkan

Rate this item
(0 votes)

JAVANEWSONLINE.COM, RABU (02/01/2017): KEMENTRIAN Pertahanan Filipina meminta Presiden Rodrigo Duterte, agar melibatkan militer dalam perang melawan pengedar obat-obatan terlarang atau narkoba.

Seperti yang dilansir Channel News Asia pada 1 Februari 2017, presiden Duterte telah diminta untuk mengeluarkan perintah resmi bagi militer untuk mengambil bagian dalam perang terhadap narkoba, termasuk pemberian kekuasaan untuk menangkap anggota polisi yang nakal.

Pernyataan itu dibuat pada hari ini, 1 Februari, setelah presiden Duterte dalam pidatonya kemarin, 31 Januari  menginginkan para jendral membantu pemerintah dalam perang melawan narkoba, dan juga menahan polisi yang korup.

Menurut Kementerian Pertahanan, dengan adanya surat perintah resmi, maka tentara akan lebih mudah menjalani perintah untuk memberangus narkoba. "Dengan cara yang sama, arahan lisan Presiden untuk menangkap 'bandit dalam kepolisian' juga harus disertakan oleh perintah resmi," kata pernyataan tersebut.

Kepala Kepolisian Filipina Ronald dela Rosa mengumumkan kemarin tentang penghentian sementara operasi antinarkotik, menyusul dugaan keterlibatan polisi unit satuan narkotik dalam penculikan dan pembunuhan seorang pengusaha Korea Selatan.

Laporan tentang keterlibatan polisi unit narkotik dalam penculikan dan pembunuhan warga Korea Selatan membuat presiden Duterte memerintahkan kepala kepolisian membersihkan aparatnya.

Perang antinarkoba yang dilancarkan polisi Filipina selama ini dilakukan dengan mendatangi satu per satu rumah tersangka bandar narkotik. Operasi kontroversial yang diprotes Perserikatan Bangsa-Bangsa dan internasiona

Read 34 times