Iklan Banner Atas

Tuding Jokowi PKI, Dua Warga Bogor Dibui

Rate this item
(0 votes)

BOGOR, JAVANEWSONLINE.COM, SENIN (08/04/2019) - Akibat menuding Presiden Jokowi sebagai antek Cina juga PKI, dua warga Bogor ditangkap dan dijebloskan ke penjara.  Mereka adalah B dan S yang ditangkap di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Keduanya ditangkap di tempat berbeda pada Kamis dan Jumat lalu.

"B berperan sebagai orator sedangkan S yang merekam dan menyebarkan video orasi melalui aplikasi WhatsApp. Salah satu pelaku memakai banyak batu akik di jari-jarinya," papar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan resminya yang diterima JAVANEWSONLINE.COM, Senin (08/04/2019).

Kedua pelaku ditangkap di rumah masing-masing. S diciduk dari rumahnya di Kampung Cariu, Desa Cariu, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor pada Kamis (4/4). "Sementara B diciduk dari Kampung Pabuaran, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (5/4)," jelasnya.

Kedua pelakunya mengatakan melakukan hal tersebut atas kehendak sendiri. Mereka mengaku sebagai penggemar berat Riziq Syihab. "Alasannya untuk membela guru besarnya Rizieq karena yang bersangkutan merupakan anggota FPI (Front Pembela Islam)," sambungnya.

Saat polisi meminta bukti Jokowi Antek China dan PKI, keduanya hanya menundukkan kepala dan mengaku tak punya bukti, hanya untuk meramaikan situasi kampanye dengan menyebarkan Hoaks dan ujaran kebencian sekaligus mempengaruhi masyarakat agar tidak memilih calon presiden nomer Urut 01 pada Pilpres.

Polisi juga menyita ponsel milik S yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video dan ponsel B. Kedua pelaku kini ditahan di Mapolres Bogor. Dalam video tersebut pelaku berdiri di pinggir jalan raya membawa kertas putih bertuliskan hinaan terhadap presiden yakni "Hei Jokowi rakyat sudah muak jijik sama lu..!"

Video tersebut diduga direkam di depan pintu masuk Grand Mekarsari Residence di Cileungsi Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/4) sesaat setelah acara peringatan Isra Miraj di Taman Buah Mekarsari.

Suami Istri

Ditempat terpisah, pasangan suami istri (pasutri) AKR (35) dan PA (32) ditangkap polisi atas dugaan menyebar ujaran kebencian lewat akun Facebook Antonio Banerra. Suami istri itu diciduk dari rumah kos mereka di Jalan Buncitan Nomor 149 Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (6/4).

Pelaku mengajak masyarakat tidak memilih capres-cawapres nomor urut 02, dengan alasan keluarganya adalah korban dari tragedi 1998. "Keduanya menyebar info meresahkan tersebut dengan mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN). Dalam riwayat pekerjaannya di Facebook, AKR mengaku bekerja di JPNN," ungkap Brigjen Dedi Prasetyo.

Saat ditangkap, Arif mengaku iseng mengisi biodata pekerjaan di akun Facebooknya. "Ya kan kita tinggal pilih (data pekerjaan di Facebook). Waktu itu yang kepikiran Jawa Pos. Saya enggak kerja di Jawa Pos," ungkapnya.

AKR ternyata pecatan sales di sebuah perusahaan provider internet. Polisi menyita tiga perangkat elektronik berupa dua ponsel dan satu tab. Atas perbuatannya, keduanya dikenakan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45B jo Pasal 29 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008. (IPE)



Read 12 times