Iklan Banner Atas

Rekening Korban Kapal Danau Toba Dipakai Sedot Lemak

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (04/10/2018): MABES Polri mengkonfirmasi rekening yang digunakan Ratna Sarumpaet membiayai operasi plastik. Disebutkan Polri, rekening tersebut identik dengan rekening penggalangan dana bantuan musibah kapal tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba, pada 18 Juni 2018 yang menyebabkan beberapa penumpang tewas dan masih ada yang hilang.

“Penyidik menemukan beliau melakukan pembayaran di rumah sakit dengan menggunakan rekening itu. Kalau dibuka di internet, beliau menggunakan rekening itu untuk [pengumpulan] dana di Danau Toba,” tutur Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Ratna tercatat tiga kali melakukan debet dengan total Rp90 juta untuk membiayai bedah plastik di RS Khusus Bedah Bina Estetika. Sejumlah pengguna media sosial mencocokkan rekening itu dengan rekening penggalangan dana Ratna Sarumpaet Crisis Center. Penggalangan dana tersebut dilakukan usai musibah tengelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba pada 18 Juni.

Lembaga kemanusiaan milik Ratna tersebut menghimpun dana kemanusiaan untuk membantu keluarga yang ditinggal korban KM Sinar Bangun. Ratna Sarumpaet bahkan sempat turun langsung ke Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, untuk mengadvokasi keluarga korban kapal tenggelam.

Dalam satu kesempatan dia beradu mulut dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan karena kecewa jenazah korban di dasar danau tidak dievakuasi.

Setelah geger soal adu mulut itu, Ratna kembali menjadi buah bibir dengan berita pemukulan dirinya oleh orang tidak dikenal pada 21 September. Namun, Ratna akhirnya mengakui bahwa aksi pemukulan tersebut tidak ada. Ratna dituduh telah menyebarkan kabar bohong kepada publik. Ratna dan sejumlah tokoh politik dilaporkan ke polisi karena turut menyebarkan kabar bohong tersebut.

Setyo mengatakan saat ini ada lima pelaporan terkait dugaan penyebaran berita bohong oleh Ratna Sarumpaet. Laporan tersebut masuk ke Polda Metro Jaya. Selain itu, terdapat satu pelaporan di Badan Reserse Kriminal Polri atas nama pengacara Farhat Abbas. “Saat ini semua [terlapor] status masih saksi. Pemanggilan kami upayakan segera mungkin,” ujar Setyo.

Di tempat terpisah Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. “Tentunya itu masih harus dilakukan penyelidikan. Nanti, akan kita komunikasikan ke penyidik seperti apa,” ucapnya di Polda Metro Jaya, Kamis (4/10/2018).

Meski begitu, Argo belum dapat memastikan ada pidana lain dalam pemakaian rekening itu. “Itu bagian dari pengembangan teknis, penyidikan dari LP yang kita tangani,” tandasnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, mengatakan rekaman kamera closed circuit televition (CCTV) menunjukkan pada 21 hingga 24 September 2018 Ratna berada di Rumah Sakit Khusus Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

“Masuk 21 September dan tinggal sampai 24 September dan keluar pukul 21.00, itu betul. Keterangan rumah sakit, Ratna enggak keluar dari rumah sakit. Dari data ada perbedaan dengan fakta penyidik karena tidak ada laporan,” ucapnya.

Ratna kemudian mengaku berbohong. Kebohongan itu dia sampaikan ke sejumlah orang, termasuk calon presiden Prabowo Subianto. Akibat kebohongannya, Ratna dipecat sebagai juru kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno. "Untuk rekening kami masih melakukan penyelidikan dan dalam waktu dekat akan memanggil Ratna Sarumpaet," tegasnya serius. (IPE)

Read 62 times