Iklan Banner Atas

Jakarta Diguncang Aksi Teror, 7 Tewas Featured

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (14/01/2016) - Sekitar tujuh orang terororis melakukan aksi teror di pusat kota Jakarta. Sebanyak tujuh ledakan dan rentetan tembakan terjadi di depan pusat perbelanjaan Sarinah dan pos polisi Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (14/01/2016) pukul 10.30 WIB. Akibatnya, tujuh orang tewas terdiri empat pelaku, satu polisi dan dua warga sipil, serta dua polisi mengalami luka tembak. Hingga kini belum ada keterangan resmi nama korban yang sudah dibawa ke Rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (14/01/2016) - Sekitar tujuh orang terororis melakukan aksi teror di pusat kota Jakarta. Sebanyak tujuh  ledakan dan rentetan tembakan terjadi di depan pusat perbelanjaan Sarinah dan pos polisi Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (14/01/2016) pukul 10.30 WIB. Akibatnya,  tujuh orang tewas terdiri empat pelaku, satu polisi dan dua warga sipil, serta dua polisi mengalami luka tembak.  Hingga kini belum ada keterangan resmi nama korban yang sudah dibawa ke Rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Tujuh orang menjadi korban ditemukan tergeletak di pos polisi Jalan Thamrin, dan gedung skyline Sarinah. Para korban dalam tragedi itu dibawa ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur,"  papar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes M Iqbal di tempat kejadian.

Dijelaskan  kronologi aksi teror yang terjadi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Insiden bermula sekira pukul 11.00 WIB, pelaku menyasar pos polisi yang berada di perempatan Plaza Sarinah dan Bawaslu. "Saya sampaikan dulu kronologis, sekira pukul 11.00 WIB terjadi ledakan, ada penyerangan ditujukan ke pospol yang pertama," ujar Iqbal

Akibat serangan tersebut, satu petugas kepolisian mengalami luka berat. Selanjutnya, pelaku menyasar gedung Theater Jakarta, atau Skyline Building yang berada di seberang Plaza Sarinah. "Setelah itu serangan kedua skyline bulding depan starbuck," imbuhnya.

Setelah ledakan terjadi baku tembak juga mewarnai insiden ini. Polisi juga mengejar seorang pelaku yang melarikan diri dengan membwa sepeda motor trail. Pengajaran juga dilakukan di gedung Theater Jakarta serta Skyline Building. Bahkan ada sinper yang berada di gedung Sarinah pun dilakukan penyisiran. Namun hingga kini belum ada laporan resmi pelaku yang tertangkap.

Seorang saksi mata, Husaeni (52), pegawai Bank Syariah Mandiri yang kebetulan melintas di kawasan itu dari arah Monas, mendengar ledakan itu.  "Saya kaget mendengar ledakan itu. Orang-orang lari berhamburan keluar. Saya lihat ada beberapa orang tergeletak di dekat Starbucks," ujar dia.

Kira-kira berselang tiga menit, Husaeni melihat seorang anak muda, memakai kaus dan celana jeans, berdiri di tengah jalan, dekat pos polisi Sarinah. Anak muda itu menenteng senapan laras pendek, kemudian menembak secara membabi buta ke segala arah. Seorang polisi tertembak. "Polisi itu lari ke arah saya sambil berteriak minta tolong dan memegang perutnya," kata Husaeni.

Husaeni kemudian membopong polisi itu dan membawanya ke dekat Hotel Sari Pan Pasific. Saat menolong polisi itu, ia mengaku mendengar kira-kira tiga ledakan lagi dari arah pos polisi Sarinah, tetapi tidak sebesar ledakan yang pertama.  "Saya melihat empat orang pria yang diduga sebagai pelaku bom. Para pria yang diduga sebagai pelaku bom tersebut dikatakan berkulit hitam dan berambut keriting berada di pos polisi sebelum terjadi ledakan," paparnya.

Dari informasi seorang pegawai Kantor PBB Jakarta, disebutkan satu warga asing asal Belanda, ikut tewas dalam serangan teroris di Jakarta pusat. Warga negara Belanda itu adalah Johann Kieft yang juga bekerja di salah satu badan PBB, Head of Green Economy UNORCID.

Untuk warga asing lainnya, terutama warga Belanda, Kedutaan Besar Belanda sebelumnya sudah melayangkan peringatan untuk menghindari pusat-pusat keramaian.

Wakapolri Komjen Pol. Budi Gunawan menegaskan empat pelaku teror sudah dilumpuhkan. Juga  ledakan yang dikabarkan terjadi di daerah lain seperti Cikini, Kuningan Palmerah dan Tangerang itu  tidak benar. " Ledakan hanya terjadi di Gedung Jakarta Theatre dan keadaan sudah dikuasai oleh pihak kepolisian," tegasnya di tempat kejadian," katanya.

Dijelaskan, seluruh pelaku sudah berhasil dilumpuhkan dan kondisi Gedung Jakarta Theatre sudah dalam penguasaan kepolisian.  "Sudah aman, polisi sudah menyisir dipimpin oleh Kapolda sendiri yang menyisir gedung tiap lantai," katanya. (IPE)

Read 544 times Last modified on Januari 15 2016