Iklan Banner Atas

Presiden Jokowi: Masa Tenang, Enggak Usah Aneh-aneh...

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA, JAVANEWSONLINE.COM, AHAD (14/04/2019) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk menjalani masa tenang Pemilu 2019 dengan baik. "Kalau namanya hari tenang, ya semua harus tenang. Enggak usah aneh-aneh, enggak usah ramai-ramai, tenang," ujar Jokowi setelah menjalani debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam.

Bagi Jokowi, masa tenang harus menjadi momentum bagi pemilih untuk benar-benar memikirkan siapa capres dan cawapres yang akan dipilih pada 17 April 2019. "Yang paling penting, nanti di tanggal 17 April, masyarakat rakyat berbondong- bondong menggunakan hak pilihnya. Jangan ada yang takut datang ke TPS. Karena TNI Polri menjamin keamanan kita semuanya," saran Calon presiden nomor urut 01

Jokowi berencana pergi umrah ke Tanah Suci selama dua hari. Sesuai rencana, Jokowi bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur pada Minggu pukul 00.15 WIB.

Jokowi menunaikan ibadah umrah bersama istri serta kedua putra, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Rencananya, Jokowi kembali ke Tanah Air pada Senin (15/4/2019).

Ditempat terpisah, anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Rahmat Bagja menyatakan masyarakat diperbolehkan menunjukkan dukungannya kepada kandidat Pilpres 2019 di sepanjang masa tenang. Bawaslu tak bisa melarang masyarakat memperbincangkan kandidat di media sosial selama masa tenang sebab hal itu merupakan hak yang dijamin UUD 1945.

Ia menambahkan yang dilarang menunjukkan dukungan di masa tenang ialah tim sukses, tim pelaksana kampanye, dan kandidat.
"Percakapan misalnya, itu tidak bisa kami larang sama sekali. Karena itu merupakan dari amanat Undang-undang Dasar (UUD), kebebasan untuk berbicara, berpendapat, dijamin oleh UUD dan diatur dengan undang-undang," kata Bagja.

Selain itu, Bagja menyatakan, Bawaslu kesulitan untuk menindak akun perorangan di media sosial saat masa tenang. Sebab, mereka memiliki hak untuk berekspresi serta belum tentu memiliki keterhubungan dengan tim sukses kedua pasangan capres dan cawapres.

Hanya, Bawaslu akan mengupayakan proses verifikasi apakah akun perorangan di media sosial itu memiliki keterkaitan dengan tim sukses melalui konsistensi unggahan dan jejak digital lainnya atau murni milik individu.

Namun, Bawaslu akan menindak akun perorangan yang menayangkan iklan kampanye berbayar di masa tenang. Karena itu, sepanjang dukungan yang disampaikan di media sosial bukan merupakan iklan berbayar, Bawaslu tak mempermasalahkan. "Pasti. Tentu kami akan verifikasi. Kami punya sistemnya dan teman-teman Kominfo juga punya sistemnya," lanjut Bagja. (PEH)




Read 12 times