Iklan Banner Atas

Pelaku Hoaks Bisa Dihukum Berat lewat Tiga Aturan

Rate this item
(0 votes)

PONTIANAK, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (13/04/2019) - Pakar hukum juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengingatkan agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks karena dapat diancam hukuman tiga peraturan perundang-undangan yang ada.

"Saudara, saya ingatkan jangan bikin hoaks. Ada tiga fakta hukum yang bisa menggiring orang masuk penjara," kata Mahfud MD, di depan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kalimantan Barat dalam kegiatan apel kebangsaan dan deklarasi pemilu damai 2019 di rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin.

Mahfud mengatakan ada tiga fakta hukum yang bisa menggiring seseorang masuk penjara karena membuat, menyebarkan, dan menstransmisi hoaks. Semua perbuatan itu merupakan pelanggaran hukum. Pertama, ialah KUHP. "Kalau Saudara membuat hoaks menyangkut pejabat publik, menyangkut harkat martabat orang, memfitnah orang dengan sesuatu yang tidak ada, itu ada ancaman di dalam KUHP," ujarnya.

"Karena fitnah, mencerca pejabat publik, hukumannya dua tahun ke bawah. Namun, mesti diingat, kalau sudah melalui smartphone, disebarkan berita hoaks, akan berhadapan dengan UU ITE. Untuk ancaman UU ITE, hukumannya 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Apa ada orang yang dihukum karena memfitnah pejabat publik? Ada. Saya contohkan Zaenal Maarif, Egy Sujana, itu menghina Pak SBY, dilaporkan ke polisi dan masuk penjara," tuturnya.

Ia menyebutkan sejumlah kasus yang terjadi belakangan ini seperti yang dialami Buniyani dan Prita Mulia Sari. "Karena itu jangan mengira yang dihukum tidak ada. Yang dihukum sekarang itu, Ahmad Dhani," ucapnya.

Kemudian juga ada UU Nomor 1/1946. Siapa yang menyebarkan berita bohong yang menyebabkan kekisruhan, kontroversi, keributan di tengah masyarakat, ancamannya 10 tahun. "Siapa orang yang dihukum itu? Ada. Ratna Sarumpaet," kata Mahfud.

Jadi, lanjutnya lagi, dia sengaja memberikan contoh-contoh orang yang sudah dihukum karena menyebarkan berita bohong agar peserta yang hadir dalam kegiatan itu tidak main-main dengan berita bohong. (Ant)





Read 5 times