Iklan Banner Atas

Teror Pembakaran Kendaraan Mengguncang Semarang

Rate this item
(0 votes)

SEMARANG, JAVANEWSONLINE.COM, SABTU (09/02/2019):  Teror pembakaran kendaraan bermotor masih menguncang wilayah Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Kejadian pertama kali pada 31 Januari 2019 hingga sekarang ini, masih menjadi misteri bagi aparat kepolisian. Sejumlah bukti dan keterangan para saksi belum sepenuhnya membantu polisi mengungkap motif sekaligus menangkap pelakunya.

Mabes Polri menduga, pelaku teror dari kelompok kecil yang ingin membuat resah masyarakat di Jawa Tengah. Sejak 31 Januari 2019, Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencatat sudah 28 teror pembakaran mobil di wilayah kerjanya. Aksi ini telah terjadi 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, dan 1 kali di Kabupaten Semarang.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan Polda Jawa Tengah saat ini sedang mengumpulkan barang bukti terror pembakaran mobil di empat wilayah itu. Salah satu bukti yang kini diselidiki adalah kamera pengintai untuk mengetahui apakah kejadian pembakaran itu dilakukan secara spontan atau didesain. "Kami sedang bekerja mengumpulkan kamera pengintai," kata Iqbal.

Menurut Iqbal, tim terdiri dari jajaran Badan Reserse Kriminal Polri, Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Badan Intelijen Keamanan Polri. Selain penindakan polisi juga akan melakukan upaya pencegahan dengan mengimbau masyarakat agar mengoptimalkan sistem keamanan lingkungan. Patroli rutin, kata Iqbal, harus diintensifkan untuk meminimalisir ruang gerak pelaku. "Upaya lain kami minta CCTV untuk ditambah," ujar Iqbal.

Patroli polisi juga akan dioptimalkan di Jateng, khusus Semarang, Kendal dan Grobogan. "Doakan saja kita mengungkap kasus ini dan kami yakin kami bisa ungkap kasus ini," kata Iqbal.

Belasan kendaraan, baik motor maupun mobil, diketahui dibakar secara acak. Korban-korbannya tidak berkaitan satu dengan lainnya. Pembakaran terjadi antara pukul 03. 00 hingga 05.00. Pelaku menggunakan botol yang diisi minyak tanah dan menggunakan kain (seperti bom molotov) sebagai pemicunya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, proses penyidikan maraknya kasus teror pembakaran kendaraan di wilayah Jawa Tengah tengah berlangsung. Kerja sama sedang terjalin antara pihaknya dengan sejumlah instansi keamanan guna mengungkap tuntas kasus ini.
"Tadi malam saya ketemu Kapolda, ketemu Kodam, kita rapatkan bersama, hari ini penyidikan jalan. Kekuatan juga akan ditambah," ucap Ganjar dalam keterangan resminya, Sabtu (09/02).

Dia memerintahkan Polda turun tangan mengumpulkan data dari hasil riset dan melaporkannya untuk kemudian ditindaklanjuti. Sebagai langkah antisipasi kejadian berulang dan mengusut kasus, Ganjar meminta kamera pengawas dipasang. "Kita minta untuk polda berikan laporan, pasang CCTV, agar keamanan kita jaga baik-baik," ucap dia.

Sebelumnya Pemprov Jateng juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat. Surat tersebut berisi imbauan untuk menghidupkan lagi siskamling di masing-masing desa secara menyeluruh. (IPE)


Read 98 times