Iklan Banner Atas

Surat Teror Bom Guncang Bali, Pariwisata Bali Anjlok

Rate this item
(0 votes)

DENPASAR, JAVANEWSONLINE.COM, KAMIS (21/01/2016) - SURAT teror bom yang menyebar di Buleleng Bali, dampaknya sangat luar biasa bagi pariwisata Bali. Industri pariwisata Bali mengalami kerugian besar malah membikin tingkat kunjungan wisatawan mancanegara merosot tajam pada pertengahan Januari 2015.

"Sejak adanya surat teror bom, dunia pariwisata Bali merugi. Pasalnya, banyak wisatawan asing yang membatalkan kedatangannya ke Pulau Dewata. Akibatnya dunia pariwisata kita rugi. Semua orang jadi panik. Banyak negara yang memberikan travel warning,” papar Gubernur Bali I Made Mangku Pastika di Denpasar, Kamis (21/1/2016).

Pastika mengungkapkan, tujuan teror tersebut membuat orang panik, dan hal itu sudah berhasil. “Meskipun surat itu tidak terbukti ada bomnya, namun dia sudah berhasil membuat semua orang panik. Semua orang jadi saling curiga,” tegasnya serius.

Surat teror bom terjadi pada Senin 18 Januari di Kantor Kecamatan Buleleng. Surat itu diterima sopir kepala kantor camat yang diberi orang yang tidak dikenal. Surat tersebut berisi ancaman bahwa Kota Denpasar dan Singaraja akan menjadi target bom selanjutnya. Dalam isi surat itu juga disebutkan mereka merupakan jaringan dari bom di sekitar Plaza Sarinah, Jakarta Pusat.

Sebenarnya bukan hanya Bali yang jadi target. Dalam surat itu bom terjadi diseluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dan Bali akan ada serangan tiga bom.

Foto dalam secarik kertas itu di atasnya tertulis Januari-Februari 2016 dan di tengah-tengahnya ada gambar bulan dan bintang. Kemudian di bawahnya ada lafaz Allah, dan tulisan Play Games of ISIS (Al-qaeda) Ambrozi.com, On Target.

Lalu, di bawah tulisan tersebut ada kota dan tempat bom akan ditargetkan. Kertas itu juga menulis nama Megawati dan tugas ini untuk seluruh pemerintahan RI. "Kami mengutuk kebiadaban para pelaku koruptor dan jajaran," tulisnya.

Tidak hanya itu, kertas ini juga menuliskan nama partai yang diberi label zionis, kafir, murtad, biadab, dan GAM.

Di sana juga ada jumlah personel jaringan teroris sebanyak 400 personel, dan mereka mengatakan akan melakukan pertobatan tidak datang dua kali. Surat tersebut ditutup dengan lafaz Allah yang dilapisi gambar petir.

Menyikapi hal tersebut, Polda Bali mengatakan sudah siap siaga mengantisipasi adanya hal–hal yang tidak diinginkan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Kombes Pol Herry Wiyanto menyatakan, pihaknya tengah mengintesifkan razia, baik di jalan maupun perkampungan. “Kami sudah melakukan penjagaan ketat dimanapun berada, baik di tempat wisata maupun pintu masuk Bali. Pejabat utama sudah diberi tugas untuk mengontrol wilayah masing-masing,” katanya, di Polda Bali, Denpasar, Selasa (19/1/2016).

Seperti diketahui, pada Senin 18 Januari 2016 pelaku bom Sarinah telah memberikan surat kaleng ke Kantor Kecamatan Buleleng. Dalam surat tersebut dikatakan Buleleng dan Denpasar menjadi target berikutnya.

“Kami minta semua masyarakat untuk waspada adanya hal ini, kami tidak tahu surat itu apakah becanda atau serius. Yang penting saat ini kami meminta agar warga Bali tidak panik dan tetap waspada," pintanya.

Dia mengatakan, sejauh ini belum ada hal-hal yang mencurigakan, dan kondisi Bali hingga masih aman dan terkendali. “Bali masih kondusif dan aman,” pungkasnya. (IPE)

Read 600 times